BTN Bidik Laba Bersih Rp 3 T

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 12 Mar 2020 21:15 WIB
BTN menggelar pameran Indonesia Properti Expo 2015 di Hall A JCC, Senayan, Jakarta, mulai dari 14-22 Februari 2015. Pameran tersebut dipadati pengunjung. Sejumlah nasabah memenuhi stand Bank Tabungan Negara (BTN) untuk mencari properti idamannya di hari terakhir Pameran Properti Indonesia 2015 di Jakarta Conventin Center (JCC), Minggu (22/2/2015).
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) tahun ini menargetkan perolehan laba bersih Rp 2,5 triliun hingga Rp 3 triliun.

Direktur utama BTN Pahala Mansyuri mengungkapkan tahun ini perseroan optimis target laba yang lebih besar, karena tahun ini tak ada pencadangan yang membuat laba tergerus.

"Tahun lalu kita bentuk cadangan, tahun ini kita yakini pencadangan turun, kita sudah ada strateginya dengan melakukan percepatan penjualan aset agunan, melakukan restrukturisasi dalam bentuk lainnya," kata Pahala dalam konferensi pers di Menara BTN, Jakarta, Kamis (12/3/2020).

Dia menjelaskan, selain laba, kualitas kredit juga dipastikan terjaga dalam kondisi sehat. Menurut dia, dengan pencadangan yang kuat turunnya perekonomian diharapkan tidak terlalu berdampak ke kinerja perseroan.

Selain itu, stimulus yang diberikan pemerintah untuk perekonomian nasional di sektor perumahan juga diharapkan bisa mendukung kinerja perseroan. "Ditambah subsidi sampai Rp 1,5 triliun, sehingga ada 331.000 unit perumahan yang bisa didukung," ujarnya.

Per Februari 2020, coverage ratio Bank BTN mencapai lebih dari 100 persen, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya 43,42 persen.

"Adanya PSAK 71 juga akan mendorong perseroan untuk lebih prudent dalam pemberian kredit, sehingga kualitas kredit akan menjadi lebih baik," kata Pahala menegaskan.

Menapaki tahun 2020, Perseroan menetapkan beberapa target kinerja, yaitu aset ditargetkan meningkat 6-8%, sementara kredit dan pembiayaan tetap tumbuh sebesar 8-10% dengan penopang utama adalah kredit pemilikan rumah atau KPR.

"Permintaan rumah masih cukup tinggi, dan hal ini didukung pemerintah yang akan menambah subsidi ke sektor perumahan dalam bentuk Subsidi Selisih Bunga atau SSB, Bank BTN juga akan mengoptimalkan KPR Non subsidi khususnya segmen milenial dan urban dan mengembangkan personal loan dengan penjualan produk secara bundling antara kredit dan tabungan seperti contohnya BTN Solusi yang baru kami rilis," kata Pahala.



Simak Video "Detik-detik Pesta Sabu di Pinrang Digerebek Polisi"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/dna)