Dolar AS Rp 16.000, Gubernur BI: Kami Lakukan Intervensi

Danang Sugianto - detikFinance
Jumat, 20 Mar 2020 15:20 WIB
Calon Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo hari ini menjalani uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test di Komisi XI DPR RI.
Gubernur BI Perry Warjiyo/Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta -

Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) semakin menggila. Hari ini dolar AS sudah tembus ke level Rp 16.200. Lalu apa yang akan dilakukan Bank Indonesia (BI)?

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, langkah stabilisasi nilai tukar yang dilakukannya dengan selalu menyediakan suplai dolar AS di pasar. Tujuannya untuk menenangkan pasar.

"Kami lakukan dengan intervensi baik secara tunai, spot maupun secara forward melalui Domestik Non Delivery Forward. Ini untuk menjaga mekanisme pasar dan agar tidak terjadi kepanikan dan memberikan confidence di pasar," terangnya melalui video conference, Jumat (20/3/2020).

Untuk cadangan devisa (cadev) sendiri, Perry memastikan kondisinya masih lebih dari cukup. Hingga akhir Februari 2020 posisinya masih US$ 130,4 miliar.

"Tentu saja berkoordinasi dengan pemerintah, Menkeu, Menteri BUMN, tentu saja langkah lanjutan akan dilakukan bagaimana kemudian berbagai program maupun pembiayaan budget nanti juga akan didatangkan devisa," tambahnya.

Selain itu, BI juga masih terus melakukan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) yang dilepas oleh investor asing. Total SBN yang sudah dibeli BI dari investor asing mencapai Rp 163 triliun.

"Sehingga ini bisa kurangi tekanan pada pasar SBN. Dengan OJK kami koordinasi dengan menjaga pasar tetap berjalan. Fokus kami menjaga confidence, memastikan bekerjanya mekanisme pasar, dan menjaga kecukupan likuiditas baik rupiah maupun valas," tambahnya.

Perry menjelaskan, yang terjadi saat ini adalah kepanikan investor yang merata di seluruh pasar keuangan. Sebab virus corona begitu cepat menyebar ke berbagai negara termasuk negara maju.

Kepanikan itu membuat para investor melakukan penjualan asetnya secara bersamaan dan menerimanya dalam bentuk dolar AS. Hal itulah yang membuat dolar AS menggila, lantaran banyak diserap oleh pasar termasuk di Indonesia.

Menurut data yang dia punya, hingga 19 Maret 2020 telah terjadi penarikan dana asing (capital outflow) yang totalnya mencapai Rp 105,1 triliun. Terdiri dari SBN yang dilepas asing Rp 92,8 triliun dan pasar saham Rp 8,3 triliun.



Simak Video "Dolar AS Bertahan di Rp 14.380 Pagi Ini"
[Gambas:Video 20detik]
(das/ara)