Debitur Kredit UMKM Turun Gara-gara Corona, Ini Langkah BRI

Yudistira Imandiar - detikFinance
Selasa, 24 Mar 2020 10:16 WIB
UMKM
Foto: BRI
Jakarta -

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mempersiapkan langkah antisipasi terhadap penurunan kinerja debitur kredit di sektor UMKM saat masa darurat virus corona. Imbauan social distancing yang membuat sejumlah besar masyarakat mengurangi kegiatan di luar rumah, memberikan tekanan kepada UMKM yang mayoritas masih menjalankan usaha secara konvensional lewat jual-beli tatap muka.

Diungkapkan Corporate Secretary Bank BRI Amam Sukriyanto, BRI telah melakukan langkah-langkah strategis dalam rangka memetakan sektor-sektor ekonomi dan daerah yang terdampak dari penyebaran COVID19.

"BRI juga melaksanakan serangkaian skenario mulai stress test hingga melakukan selektif ekspansi untuk meningkatkan risk awareness jajaran bisnis," imbuh Amam dalam keterangan tertulis, Selasa (24/3/2020).

BRI turut menyambut baik kebijakan relaksasi stimulus perekonomian yang di keluarkan oleh OJK untuk menjaga kualitas kredit. Sebagai tindak lanjut, BRI sudah menyiapkan beberapa mekanisme khusus, seperti relaksasi restrukturisasi dan relaksasi kebijakan kredit terdampak wabah covid-19.

Langkah ini merupakan upaya preventif BRI untuk mengurangi risiko kredit yang berpotensi mengganggu kinerja perbankan akibat penurunan kinerja debitur.

Guna menjaga kelangsungan usaha, BRI memberikan pendampingan kepada nasabah UMKM, yang diwujudkan melalui beberapa cara, di antaranya relaksasi pinjaman berupa rescheduling pembayaran angsuran. BRI juga membuka akses pasar untuk membantu penjualan produk nasabah UMKM melalui platform e-Commerce, seperti Indonesia Mall.

Kemudian, diadakan konsultasi dan pelatihan manajemen bisnis di 157 Rumah Kreatif BUMN (RKB) kelolaan BRI di seluruh Indonesia, serta bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mendukung operasional bisnis pelaku UMKM.

Berikutnya, BRI memberikan insentif kepada nasabah mikro, kecil dan ritel dengan menurunkan Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) sampai dengan 50 basis point. Langkah tersebut, kata Amam, merupakan bagian dari relaksasi yang diberikan BRI bagi pelaku UMKM di saat-saat yang sulit.

"Prinsipnya, BRI senantiasa tanggap dan siap melakukan countercyclical di tengah tantangan wabah Covid-19 dengan berbagai kebijakan relaksasi maupun upaya menjaga kelangsungan usaha dari setiap nasabah UMKM kami. Selanjutnya, kami terus berupaya melaksanakan prudential banking dan tetap melakukan ekspansi bisnis yang sehat secara selective growth," ujar Amam.



Simak Video "Teras BRI Kapal, Penjaga Kedaulatan Rupiah di Perbatasan"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/mul)