Driver Online Curhat, Leasing Tolak 'Libur' Cicilan Kredit

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 27 Mar 2020 04:56 WIB
Presiden Jokowi kumpul bareng driver online di Kemayoran
Foto: Achmad Dwi Afriyadi/detikFinance

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno mengatakan pihaknya bukan menolak pengajuan penangguhan. Menurutnya terkait program ini perusahaan pembiayaan masih menunggu aturan turunan mengenai program penangguhan cicilan.

"Jadi gini, kalau terkait program pemerintah yang restrukturisasi, kita ini masih menunggu dari OJK tentang apa-apa saja yang harus dijalankan," kata Suwandi kepada detikcom.

Sejauh ini memang belum ada rincian ataupun aturan turunan dari OJK untuk penerapan kebijakan relaksasi angsuran pembiayaan cicilan kredit.

Lebih lanjut Suwandi mengatakan penolakan penangguhan pembayaran cicilan dikarenakan beberapa hal, salah satunya adalah debitur dinilai masih mampu membayar sehingga penangguhan ditolak.

"Kembali lagi kita juga kan tergantung perusahaannya yang menilai, restrukturisasi rescheduling ini kan dilihat juga kemampuannya. Mungkin dia masih mampu," ungkap Suwandi.

Kemudian banyak juga kejadian penangguhan kredit dikarenakan barang yang dicicil adalah hasil gadaian. Apabila yang mengajukan bukan debitur pertamanya maka penangguhan jelas akan ditolak.


"Bisa juga dia ditolak karena bukan debitur, dia adalah penerima gadai. Bisa aja ojol atau taksol ini mobil atau motor itu bukan milik dia, jadi dia bukan debitur. Ternyata dia beli di bawah tangan bisa aja ditolak," kata Suwandi.

"Jadi pasti ada sesuatu lah kalaupun ditolak," tegasnya.

Lalu sebenarnya bagaimana syarat untuk mengajukan penangguhan kredit yang diminta OJK?



Simak Video "Driver Gojek di Solo Geruduk Kantor Gibran"
[Gambas:Video 20detik]