BI Tegal Siapkan Rp 15 T untuk Wilayah Eks Karesidenan Pekalongan

Imam Suripto - detikFinance
Kamis, 02 Apr 2020 15:17 WIB
Illustrasi Uang Rupiah dan Dollar
Foto: Rachman Haryanto
Tegal -

Untuk mencukupi kebutuhan uang bagi masyarakat di Eks Karesidenan Pekalongan selama pandemi corona, Bank Indonesia Tegal, Jawa Tengah, menyiapkan kebutuhan uang sebesar Rp 15 triliun. Uang tersebut untuk kebutuhan sampai akhir tahun 2020.

Dari jumlah Rp 15 triliun tersebut, sebanyak 20% atau setara Rp2,9 triliun telah diedarkan melalui penukaran masyarakat dan penarikan oleh perbankan.

"Bank Indonesia perwakilan Tegal menyediakan Rp.15 triliun selama pandemi corona. Uang ini juga untuk kebutuhan sampai akhir tahun 2020," ujar Asisten Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal, Dody Nugraha, Kamis (2/4/2020).

Dody menjelaskan, untuk menjaga perekonomian tetap stabil selama pendemi ini, Bank Indonesia telah melaksanakan berbagai upaya melalui kebijakan moneter, sistem pembayaran dan menjaga stabilitas sistem keuangan.

Upaya itu antara lain melalui penurunan suku bunga BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin (bps) dari 4,75% menjadi 4,5%. Berikutnya menjaga likuiditas dan cadangan devisa sebesar US$ 130,4 miliar agar cukup untuk memenuhi kebutuhan impor 7,7 bulan atau di atas standar Internasional yaitu 3 bulan impor.

Dody Nugraha meneruskan, Bank Indonesia menyediakan kebutuhan uang untuk masyarakat, termasuk dalam rangka percepatan pencairan bantuan sosial pemerintah. Juga menyediakan uang rupiah dalam jumlah dan pecahan yang cukup sehingga masyarakat tidak perlu panik terhadap ketersediaan uang yang diedarkan.


Lebih lanjut Dody menegaskan, dalam mendukung upaya pemerintah menangani wabah corona, Bank Indonesia Perwakilan Tegal, langkah nyata yang telah ditempuh antara lain dengan social and physical distancing dengan menunda dan menghentikan jadwal kegiatan layanan kas keliling dalam kota Tegal, maupun di wilayah Eks Karesidenan Pekalongan untuk sementara waktu.

"Untuk sementara layanan kas keliling ditiadakan untuk menjaga social dan physical distancing," sambung Dody Nugroho.

BI Tegal juga mengkarantina selama 14 (empat belas) hari terhadap setoran uang yang masuk dari perbankan. Selanjutnya, Bank Indonesia mengeluarkan uang hasil cetak sempurna yang terjamin kebersihannya untuk diedarkan kepada masyarakat. Baik melalui perbankan secara tunai maupun untuk pemenuhan di mesin ATM yang dimiliki oleh bank umum.



Simak Video "Penyederhanaan Nilai Rupiah alias Redenominasi Nongol Lagi"
[Gambas:Video 20detik]
(ang/ang)