Anggaran Infrastruktur Rp 24 T Dialihkan untuk Tangani Corona

Trio Hamdani - detikFinance
Selasa, 07 Apr 2020 21:30 WIB
Sejumlah pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan Pasar Rumput, Jakarta, Kamis (23/2). Rencananya proyek ini ditargetkan rampung pada 2018 mendatang.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Anggaran infrastruktur di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Rp 24,53 triliun dialihkan untuk penanggulangan pandemi COVID-19. Dana tersebut merupakan hasil realokasi dan refocusing yang semula untuk kebutuhan infrastruktur.

"Realokasi dan refocusing, kami ditugasi oleh Menteri Keuangan untuk merelokasi Rp 24,53 triliun dari anggaran 2020 Kementerian PUPR yang sebesar Rp 120 triliun, Rp 24,53 triliun akan direalokasi," kata dalam konferensi pers virtual, Selasa (7/4/2020).

Kegiatan yang direalokasi meliputi penghematan alokasi perjalanan dinas dan paket meeting sebesar 50 persen dari sisa anggaran yang belum terserap pada tahun anggaran 2020. Lalu pembatalan paket-paket kontraktual yang belum lelang.

Lalu ada rekomposisi alokasi anggaran 2020 pada paket kebijakan tahun jamak, mengubah paket-paket kebijakan single years contract tahun 2020 menjadi paket-paket tahun jamak, termasuk paket kontraktual yang nilainya tak lebih dari Rp 100 miliar. Lalu ada optimalisasi kegiatan non fisik yang bisa ditunda/dihemat

"Kemudian untuk refocusing kegiatan sebesar Rp 1,66 triliun," sebutan.

Dana di atas kemudian dialihkan untuk pembangunan fasilitas penampungan observasi di Pulau Galang beserta kelengkapannya sekitar Rp 400 miliar. Kedua, merenovasi RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran Rp 160 miliar. Ada pula dana yang difokuskan untuk membantu ekonomi masyarakat di tengah pandemi COVID-19.

"Membuat program-program padat karya tunai, seperti irigasi yang sebelumnya di 6000 lokasi, dengan adanya ini, kita ingin membesarkan itu juga, mengantisipasi kekurangan PMI kita siapkan program PKT dengan jumlahnya bertambah menjadi 10.000 lokasi dengan anggaran Rp 978 miliar," jelasnya.

Keempat, pembelian bahan dan pengecatan marka jalan sebesar Rp 25 miliar. Yang terakhir pembelian karet petani sebagai bahan campuran aspal karet sebesar Rp 100 miliar.



Simak Video "Bertambah 4.071, Kasus Covid-19 di Indonesia Mencapai 252.923"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/dna)