Pengusaha Kecil Boleh 'Libur' Nyicil KUR, Ini Syaratnya

Vadhia Lidyana - detikFinance
Kamis, 09 Apr 2020 06:00 WIB
Illustrasi Uang Rupiah dan Dollar
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Demi mencegah dampak virus Corona (COVID-19) semakin melebar terhadap perekonomian Indonesia, pemerintah menggelontorkan stimulus. Salah satunya yakni relaksasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang diperuntukkan kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, bentuk dari relaksasi tersebut yaitu pembebasan bunga KUR dan penundaan angsuran pokok KUR selama paling lama 6 bulan. Relaksasi ini sudah berlaku sejak 1 April 2020.

"Kebijakan ini mulai berlaku pada 1 April 2020. Mereka yang akan dapat pembebasan bunga dan penundaan angsuran pokok KUR selama 6 bulan harus memenuhi penilaian penyalur KUR masing-masing," kata Airlangga dalam keterangan tertulis Kementerian Koordinator Perekonomian yang dikutip detikcom, Rabu (8/4/2020).

Perlu dicatat, 'libur' cicilan KUR ini bukan berarti setop membayar angsuran pokok, namun ditunda sesuai ketentuan berlaku yaitu selama 6 bulan.

Pembebasan pembayaran bunga dan penundaan pembayaran pokok angsuran tersebut juga akan diikuti relaksasi ketentuan KUR dengan memberikan perpanjangan jangka waktu dan tambahan plafon.

Lalu, apa saja syarat untuk memperoleh relaksasi tersebut?

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Kredivo: Pengaju Kredit di Masa Pandemi Meningkat Signifikan"
[Gambas:Video 20detik]