Beberkan Kondisi Rupiah, Gubernur BI: Alhamdulillah Stabil

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 09 Apr 2020 15:32 WIB
Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo.
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo hari ini mengumumkan perkembangan yang ada di pasar keuangan. Salah satunya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Dalam video conference, Perry menjelaskan nilai tukar rupiah hari ini tidak hanya bergerak stabil, namun juga mengalami penguatan.

"Dalam beberapa hari ini rupiah terus menguat. Dari pagi awal trading dibuka diperdagangkan Rp 16.200," kata Perry dalam media briefing, melalui video conference, Kamis (9/4/2020).

Dia mengungkapkan nilai rupiah di broker dan interbank sempat ditransaksikan di level Rp 15.920 per dolar AS. Bahkan dia juga menyampaikan update terbaru jika dolar AS diperjual belikan di level Rp 15.970.

"Alhamdulillah dengan rahmat Allah SWT dengan berbagai ikhtiar kita diberikan rahmat sehingga rupiah bergerak stabil dan menguat," ujarnya.



Perry mengaku optimis ke depan rupiah akan terus bergerak stabil dan cenderung menguat pada akhir tahun. Hal ini karena jika diukur secara fundamental, angka inflasi nasional masih terkendali, defisit transaksi berjalan masih terkendali. Kemudian sebagian risiko di pasar keuangan telah berangsur membaik meskipun masih tinggi.

Dia mengatakan, hal ini juga menunjukkan confidence di pasar keuangan dengan melihat pengambilan kebijakan yang diambil oleh Bank Indonesia, pemerintah, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan regulator keuangan.

Selain itu penanganan masalah kesehatan dan pemberian stimulus fiskal juga menjadi salah satu indikator yang baik untuk mendukung sektor perekonomian.

Perry mengatakan saat ini risiko global mulai membaik meskipun belum pulih. Mulai dari kenaikan kasus positif yang mulai melandai di berbagai negara dan sejumlah kebijakan yang menjadi alat untuk menekan penyebaran virus ini.

Dia mengatakan saat ini mekanisme pasar terkait nilai tukar rupiah terus membaik. Hal ini turut mendukung BI untuk mengurangi kebutuhan melakukan intervensi.

"Meskipun BI masih intervensi tapi jumlahnya relatif kecil, karena pergerakan nilai tukar itu tergantung supply dan demand di pasar. Kami ucapkan terima kasih kepada pelaku pasar, eksportir yang juga ikut menjaga stabilitas nilai tukar rupiah ke depan," jelas dia.



Simak Video "Penyederhanaan Nilai Rupiah alias Redenominasi Nongol Lagi"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/eds)