Minta Kepastian Dana, Nasabah Bank Global Datangi Depkeu

Minta Kepastian Dana, Nasabah Bank Global Datangi Depkeu

- detikFinance
Selasa, 13 Des 2005 13:52 WIB
Jakarta - Sekitar 50-an eks nasabah Bank Global kembali mendatangi Gedung Depkeu. Mereka berharap bisa memperoleh kepastian soal nasib dananya di bank yang sudah ditutup itu dari Menkeu Sri Mulyani Indrawati.Nasabah yang hadir sejak Selasa (13/12/2005) sejak pukul 10.00 WIB terlihat cukup sabar menunggu di teras Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta. Mereka terpaksa menunggu di teras karena tidak diperkenankan masuk oleh petugas keamanan.Namun sayangnya, hingga pukul 13.00 WIB, Menkeu yang ditunggu-tunggu tak kunjung menerima nasabah tersebut. Para nasabah itu pun akhirnya membubarkan diri dengan perasaan kecewa."Saya ke sini hanya ingin meminta kepastian dana itu bisa dikembalikan," ujar Laurentius, salah seorang eks nasabah Bank Global.Dari catatan Laurentius, dana eks nasabah Bank Global yang belum dikembalikan mencapai Rp 415 miliar milik 407 rekening. Total dana kelolaan bank yang ditutup pada 13 Januari 2005 itu mencapai Rp 1,2 triliun.Para eks nasabah Bank Global itu mengaku sudah mengirimkan surat kepada Menkeu yang berisi keinginan untuk beraudiensi sejak pekan lalu. Seorang staf Depkeu menyatakan, Menkeu masih melakukan rapat di kantornya, namun berjanji akan memberikan jawaban atas surat eks nasabah Bank Global sekitar sebulan lagi.Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Unit Pelaksana Penjaminan Pemerintah (UP3) April 2005 lalu, dari hasil verifikasi BPKP tahap ketiga atau final, masih terdapat 1.787 rekening Simpanan atau Dana Pihak Ketiga (DPK) dengan nilai Rp 585,24 miliar dan 101 rekening Bukan Simpanan atau Non DPK dengan nilai Rp 30,34 miliar yang tidak dapat disimpulkan.Dan dari 4.659 rekening dengan nilai Rp 676,59 miliar yang dijamin pemerintah berdasarkan hasil verifikasi tahap pertama sampai dengan tahap ketiga, tercatat hingga 19 Juli 2005 telah dilakukan pencairan oleh eks nasabah Bank Global sejumlah 1.325 rekening (28,44%) dengan nilai Rp 670,13 miliar (99,05%). (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads