Permintaan Kredit Bank Diramal Turun Sampai Akhir Tahun

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 16 Apr 2020 19:45 WIB
Fokus Bunga Kredit Turun
Foto: Ilustrasi oleh Mindra Purnomo
Jakarta -

Survei perbankan yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI) mengindikasikan pertumbuhan kredit baru pada kuartal I 2020 melambat.

Data BI menyebut hal ini tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) permintaan kredit baru 23,7%, lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya 70,6%.

"Melambatnya pertumbuhan permintaan kredit baru ini karena terjadinya perlambatan pada pertumbuhan kredit investasi yang menjadi 15,1% dari 70,3% dan kredit modal kerja menjadi 16,7% dari 65%," tulis keterangan resmi BI, dikutip Kamis (16/4/2020).

Dia menjelaskan penurunan permintaan kredit konsumsi juga turun di segmen multiguna dan kredit tanpa agunan.

Secara permintaan, kredit kepemilikan rumah atau kredit pemilikan apartemen, kredit kendaraan bermotor dan kartu kredit tercatat tumbuh melambat.

Sejalan dengan prakiraan meningkatnya pertumbuhan kredit baru, kebijakan penyaluran kredit pada kuartal II 2020 diprakirakan lebih longgar.

"Aspek kebijakan penyaluran kredit yang akan diperlonggar pada kuartal II 2020 yaitu suku bunga, biaya persetujuan kredit, dan plafon kredit. Di sisi lain, premi kredit berisiko, perjanjian kredit, agunan, dan persyaratan administrasi lebih ketat pada kuartal II 2020," tulisnya.

Survei memperkirakan suku bunga kredit modal kerja akan turun menjadi 11,17% dan kredit investasi akan turun menjadi 11,22%.

Suku bunga kredit konsumsi akan terjadi pada kredit kendaraan bermotor sebesar 6 bps, diikuti oleh kredit kepemilikan rumah atau apartemen dan kredit multiguna, masing-masing 9 bps dan 8 bps.

Hingga akhir tahun, responden memprakirakan pertumbuhan kredit 5,5% lebih rendah dibandingkan realisasi kredit pada 2019 sebesar 6,1% dan prakiraan pada survei periode sebelumnya 9,4%.



Simak Video "Penyederhanaan Nilai Rupiah alias Redenominasi Nongol Lagi"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/eds)