Pengajuan Kredit Bakal Lesu Hingga Akhir Tahun

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 17 Apr 2020 09:25 WIB
kredit
Ilustrasi/Foto: shutterstock
Jakarta -

Penyaluran kredit perbankan sepanjang tahun ini diprediksi lebih rendah dari target semula. Survei perbankan yang dilakukan Bank Indonesia (BI) telah mencatat jika kuartal I tahun ini pertumbuhan kredit sudah melambat.

Penurunan penyaluran secara signifikan terjadi di berbagai segmen kredit. Mana saja?

Data BI menyebut melambatnya penyaluran kredit ini tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) permintaan kredit baru 23,7%, lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya 70,6%.

"Melambatnya pertumbuhan permintaan kredit baru ini karena terjadinya perlambatan pada pertumbuhan kredit investasi yang menjadi 15,1% dari 70,3% dan kredit modal kerja menjadi 16,7% dari 65%," tulis keterangan resmi BI, dikutip Kamis (16/4/2020).

Kredit konsumsi adalah segmen kredit yang mengalami penurunan, diikuti kredit multiguna dan kredit tanpa agunan.

Secara permintaan, kredit kepemilikan rumah atau kredit pemilikan apartemen, kredit kendaraan bermotor dan kartu kredit tercatat tumbuh melambat.



Sejalan dengan prakiraan meningkatnya pertumbuhan kredit baru, kebijakan penyaluran kredit pada kuartal II 2020 diprakirakan lebih longgar.

"Aspek kebijakan penyaluran kredit yang akan diperlonggar pada kuartal II 2020 yaitu suku bunga, biaya persetujuan kredit, dan plafon kredit. Di sisi lain, premi kredit berisiko, perjanjian kredit, agunan, dan persyaratan administrasi lebih ketat pada kuartal II 2020," tulisnya.

Survei memperkirakan suku bunga kredit modal kerja akan turun menjadi 11,17% dan kredit investasi akan turun menjadi 11,22%.

Suku bunga kredit konsumsi akan terjadi pada kredit kendaraan bermotor sebesar 6 bps, diikuti oleh kredit kepemilikan rumah atau apartemen dan kredit multiguna, masing-masing 9 bps dan 8 bps.

Hingga akhir tahun, responden memprakirakan pertumbuhan kredit 5,5% lebih rendah dibandingkan realisasi kredit pada 2019 sebesar 6,1% dan prakiraan pada survei periode sebelumnya 9,4%.



Simak Video "Kredivo: Pengaju Kredit di Masa Pandemi Meningkat Signifikan"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/eds)