BI Tak Respons Kenaikan The Fed
Rabu, 14 Des 2005 12:42 WIB
Jakarta -
Bank Indonesia (BI) memastikan tidak akan menaikkan suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) kendati The Fed kembali menaikkan suku bunga hingga 25 basis poin."BI akan disiplin dengan kebijakan bulanannya. Tidak akanlah," kata Gubernur BI Burhanuddin Abdullah di sela workshop Prospek Dunia Usaha dan Potensi Pembiayaan oleh Perbankan di Sektor Batu Bara dan Energi Terbarukan di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (14/12/2005).Keputusan tidak akan cepat-cepat merespon The Fed ini, menurut Burhanuddin, terkait interest rate differential antara BI rate dengan The Fed yang masih sangat lebar. Saat ini suku bunga The Fed 4,25 persen dan BI rate 12,75 persen. Sehingga ada spread 8,50 persen."Ini perbedaan angka terbesar dalam perjalanan suku bunga kita, tapi kita akan lihat dulu perkembangannya," ujarnya.Pernyataan Burhanuddin ini, seperti menjawab spekulasi yang beredar di pasar bahwa BI akan segera menaikkan suku bunga akibat tekanan eksternal dan internal pasca kenaikan The Fed yang semakin tinggi. BI baru akan membahas masalah kenaikan The Fed tersebut dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada akhir tahun ini."Nanti akan kita lihat bagaimana perkembangan BI rate tersebut, nanti juga akan ada laporan tahunan dan kita akan evaluasi kondisi perekonomian selama setahun itu," katanya.BI juga berencana menggelar koferensi pers pada Kamis (15/12/2005) mengenai penilaian terhadap kondisi makro ekonomi selama tahun 2005 dan prospek tahun depan.
(ir/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































