Pertumbuhan Asuransi Kerugian 2006 Melambat
Rabu, 14 Des 2005 14:19 WIB
Jakarta - Terimbas lesunya ekonomi saat ini, pertumbuhan premi asuransi kerugian Indonesia pada tahun 2006 diperkirakan akan melambat.Industri ini diproyeksi hanya tumbuh 15 persen, yang merupakan kenaikan terendah dalam periode lima tahun terakhir 1999-2004 yang rata-rata mencapai 19 persen.Demikian diungkapkan oleh Dirut PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) Edi Subekti usai acara seminar Outlook 2006 Majalah Info Bank di Graha Niaga, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (14/12/2005).Melambatnya pertumbuhan asuransi kerugian, karena adanya ekses tingginya inflasi tahun 2005 yang akan berimbas hingga pertengahan 2006.Selain itu juga karena menurunnya kredit dari perbankan akibat tingginya suku bunga, serta merosotnya daya beli masyarakat."Namun kita optimistis melambatnya pertumbuhan tersebut hanya bersifat sementara," kata Edi.Menurutnya, walaupun pertumbuhan industri turun, pendapatan premi bruto tahun 2006 diprediksi meningkat hingga Rp 19,8 triliun.Faktor kenaikan tersebut diharapkan dari adanya peningkatan kegiatan ekonomi, terutama sektor riil, seperti pembangunan infrastruktur yang akan berdampak pada peningkatan daya beli masyarakat.Tingginya pertumbuhan industri di sektor pengolahan, perdagangan, pengangkutan dan telekomunikasi juga diharapkan bisa mendorong pendapatan premi bruto asuransi kerugian.Sampai akhir tahun 2005, premi asuransi kerugian diperkirakan tumbuh 17 persen dengan premi bruto mencapai Rp 17,5 triliun.
(ir/)











































