11 Poin Hasil Rapat DPR & Bos Bank BUMN soal Keringanan Cicilan

Trio Hamdani - detikFinance
Kamis, 30 Apr 2020 18:36 WIB
kredit
Foto: Tim Infografis/Fauzan Kamil
Jakarta -

Komisi VI DPR RI hari ini menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan bank-bank BUMN. Rapat yang digelar secara virtual itu diikuti oleh masing-masing direktur utama perbankan pelat merah.

Hadir dalam rapat yaitu Dirut PT BRI (Persero) Sunarso, Dirut PT BNI (Persero) Herry Sidharta, Dirut PT Bank Mandiri (Persero) Royke Tumilaar, Dirut PT BTN (Persero) Pahala N Mansury, dan Dirut PT Pegadaian (Persero) Kuswiyoto.

Rapat yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Martin Manurung itu menghasilkan 11 kesimpulan. Berikut isi kesimpulan selengkapnya:

1. Komisi VI DPR RI meminta PT BRI (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT BNI (Persero) Tbk, PT BTN (Persero) Tbk, dan PT Pegadaian (Persero) untuk memberikan relaksasi pembayaran kredit secara menyeluruh sesuai dengan instruksi Presiden Republik Indonesia kepada semua segmen nasabah yang terdampak oleh Pandemi COVID-19.

2. Komisi VI DPR RI meminta PT BRI (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT BNI (Persero) Tbk, dan PT BTN (Persero) Tbk, sebagai pelaksana Program Pemulihan Ekonomi Nasional sesuai Perpu No.1 tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan dalam Penanganan Pandemi COVID-19 untuk melakukan pengawasan dan menyusun mekanisme yang tepat terhadap program pemerintah meliputi subsidi bunga untuk restrukturisasi kredit dan penempatan dana program stimulus pemerintah sehingga berdampak positif kepada nasabah dan ekonomi nasional.

3. Komisi VI DPR RI meminta PT BRI (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT BNI (Persero) Tbk, PT BTN (Persero) Tbk, dan PT Pegadaian (Persero) untuk membuat simulasi dan rencana mitigasi yang lebih mendetail mengenai dampak COVID-19 terhadap kinerja perusahaan baik skenario dampak ringan, menengah maupun berat dalam berbagai jangka waktu baik pendek, menengah maupun panjang.

4. Komisi VI DPR RI meminta PT BRI (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT BNI (Persero) Tbk, dan PT BTN (Persero) Tbk, untuk bersinergi dan melakukan koordinasi dengan Kementerian BUMN, Kementerian Koperasi dan UKM, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta instansi terkait lain dalam rangka percepatan pemberian relaksasi kredit.

5. PT BRI (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT BNI (Persero) Tbk, dan PT BTN (Persero) Tbk, untuk tetap melakukan hal-hal sebagai berikut:

a. memperhatikan indikator likuiditas dan rasio kecukupan modal perbankan dalam rangka mencegah dampak yang lebih besar dan sistemik akibat Pandemi COVID-19.

b. menerapkan prinsip kehati-hatian yang ekstra khususnya dalam proses pemberian kredit usaha produktif bernominal besar serta kredit valuta asing kepada segmen korporasi untuk menekan tingkat kredit macet perbankan (non performing loan) selama masa Pandemi COVID-19.

c. menjaga kehandalan layanan online (electronic channel) sehingga nasabah tetap dapat bertransaksi dari rumah masing-masing selama masa Pandemi COVID-19.

Klik halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Belasan Anggota Positif Corona, DPR Tak Lockdown"
[Gambas:Video 20detik]