Antisipasi Ramadhan & Lebaran, BI Siapkan Rp 3,3 T di Purwokerto

Arbi Anugrah - detikFinance
Senin, 04 Mei 2020 14:06 WIB
Logo Bank Indonesia
Foto: Sylke Febrina Laucereno/detikFinance
Purwokerto -

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto, menyiapkan uang tunai sebanyak Rp 3,3 triliun untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan transaksi selama Ramadhan dan menjelang Lebaran 2020. Jumlah tersebut meningkat sebesar 6,45 persen dari tahun sebelumnya.

"Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto telah menyiapkan kebutuhan uang tunai (outflow) sebesar Rp 3,3 triliun. Jumlah tersebut meningkat sebesar 6,45 % dibandingkan dengan realisasi tahun sebelumnya. Kebutuhan tersebut telah mengantisipasi kebutuhan selama bulan Ramadhan, Idul fitri, serta kebijakan dan stimulus Pemerintah selama periode penanganan dampak pandemi COVID-19," kata Kepala Perwakilan BI Purwokerto, Samsun Hadi dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Senin (4/5/2020).

Dia menjelaskan jika untuk layanan penukaran uang kepada masyarakat umum yang biasanya disediakan melalui penyediaan penukaran di lokasi umum, seperti kas keliling di pasar murah dan layanan penukaran langsung ke masyarakat bersama dengan perbankan. Untuk tahun ini pelayanan penukaran uang kepada masyarakat tersebut ditiadakan, dan hanya akan disediakan melalui loket di bank.

"Kantor Perwakilan BI Purwokerto telah berkoordinasi dan meminta perbankan agar dalam memberikan layanan dimaksud menegakkan protokol pencegahan COVID-19. Protokol dimaksud antara lain penggunaan masker, pemindaian suhu tubuh, dan penerapan physical distancing," ujarnya.

Dia mengatakan jika penukaran uang untuk masyarakat umum akan dilayani oleh 57 Kantor Cabang (KC) bank di wilayah kerja KPw BI Purwokerto. Diantaranya terdiri atas 38 KC bank di Kabupaten Banyumas, 7 KC bank di Kabupaten Cilacap, 6 KC bank di Kabupaten Purbalingga dan 6 KC bank Kabupaten Banjarnegara terhitung mulai tanggal 29 April - 20 Mei 2020.


"Untuk memenuhi kebutuhan selama Ramadhan, Idul Fitri dan kebijakan stimulus pemerintah. KPw BI Purwokerto senantiasa berkoordinasi dengan perbankan dan Penyelenggara Jasa Pengolahan Uang Rupiah (PJPUR) guna memastikan tersedianya uang yang layak edar dan terus mengedukasi masyarakat tentang kedisiplinan dalam menjaga higienitas saat bertransaksi dengan uang tunai," ucapnya.

Sedangkan untuk menjaga kelayakan uang tunai dan kelancaran layanan penukaran tersebut, KPw BI Purwokerto telah melakukan langkah-langkah strategis diantaranya penyediaan uang yang layak edar dan higienis untuk meminimalisir penyebaran COVID-19.

"Diantaranya dengan melakukan karantina uang Rupiah selama 14 hari sebelum diedarkan, menyemprot disinfektan pada area perkasan, sarana dan prasarana, serta memerhatikan higienitas SDM dan perangkat pengolahan uang. Berkoordinasi dengan perbankan dan PJPUR untuk menjaga ketersediaan uang di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dengan kualitas baik melalui perencanaan pengisian uang yang akurat," jelasnya.

Samsun juga mengakui jika dalam masa pandemi COVID-19 ini telah terjadi perubahan perilaku masyarakat dalam memilih media pembayaran. Dimana makin meningkatnya sistem pembayaran digital seperti penggunaan QRIS (QR Code Indonesian Standard).

Maka dari itu, dalam rangka partisipasi untuk mencegah perluasan penyebaran COVID-19. BI tetap mengimbau masyarakat untuk menggunakan transaksi pembayaran secara non tunai melalui digital banking, mobile banking, uang elektronik, dan QR Code Pembayaran dengan standar QRIS.

Guna mendorong optimalisasi transaksi secara non tunai yang sejalan dengan himbauan Pemerintah tersebut. BI mengeluarkan kebijakan salah satunya membebaskan pengenaan biaya transaksi pemrosesan QRIS bagi pedagang kategori Usaha Mikro.

"Membebaskan pengenaan biaya transaksi pemrosesan QRIS bagi pedagang kategori Usaha Mikro oleh PJSP yang semula dikenakan 0,7 % menjadi 0 % yang berlaku efektif 1 April - 30 September 2020," ujarnya.



Simak Video "Kayu Putih Hidupkan Desa Wonoharjo"
[Gambas:Video 20detik]
(arb/hns)