Untuk Jaga Rupiah
BI Rate Maksimum 13,5%
Jumat, 16 Des 2005 14:16 WIB
Jakarta - Untuk menjaga nilai tukar rupiah, Bank Indonesia (BI) sebaiknya menaikkan BI rate maksimum hingga 13,5 persen. Namun BI rate tidak boleh melampaui batas itu karena akan memukul dunia usaha.Hal tersebut disampaikan pengamat ekonomi Faisal Basri saat memaparkan "Economic Outlook 2006" di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (16/12/2005)."Sampai tiga bulan ke depan, maksimal 13,5 persen. Mudah-mudahan itu yang tertinggi," kata Faisal.Setelah mencapai 13,5 persen, lanjut Faisal, BI rate baru diturunkan secara bertahap dalam kisaran 5 basis poin. "Jadi seperti dulu, tidak boleh turun terlalu besar. Artinya setelah tiga bulan ke depan, BI rate bisa mulai turun," tambahnya.Menurut Faisal, jika suku bunga tidak dinaikkan, maka nilai tukar rupiah bisa merosot. "Kemarin melemah lagi ke level 9.800. Pelemahan ini terjadi karena tidak ada underlying transaction yang bisa membuat nilai tukar rupiah kecuali meningkatnya cadangan devisa," ujarnya.Rupiah sebenarnya berpotensi menguat asalkan potensi tersebut jangan terlalu dipaksakan. "Seperti minggu lalu, euro melemah, yen melemah, rupiah menguat sendirian. Jadi ada euforia yang tidak didasarkan pada underlying transaction," tandas Faisal.
(qom/)











































