Ada Corona, Ini Cara Perusahaan Asuransi Bertahan

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 05 Mei 2020 15:17 WIB
Dampak Corona ke Ekonomi
Foto: Dampak Corona ke Ekonomi (Tim Infografis Fuad Hasim)
Jakarta -

Asuransi baik umum atau jiwa adalah industri yang harus mempertemukan antara perusahaan melalui agen dan calon pemegang polis. Dalam kondisi pandemi dan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ini industri asuransi bertahan dengan cara memaksimalkan teknologi digital.

Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Hastanto Sri Margi Widodo mengungkapkan saat ini asosiasi telah menggunakan tanda tangan digital untuk persetujuan di polis asuransi.

"Sekarang perusahaan asuransi boleh memberikan tanda tangan elektronik di polis. Jadi penjualan tanpa tatap muka, tidak perlu lagi tanda tangan basah. Semuanya serba digital," kata Hastanto dalam diskusi online, Selasa (5/5/2020).



Dia mengungkapkan, sebenarnya aturan syarat tanda tangan digital dalam polis sudah ada peraturannya sejak 2008 namun belum maksimal di gunakan.

"Sebenarnya sudah ada lama ini peraturan, sekarang AAUI memberikan imbauan kepada anggota ubah cara kerja menjadi digital atau elektronik," jelas dia.

Direktur Manajemen Risiko PT Jasa Raharja Wahyu Wibowo mengungkapkan perusahaan saat ini memang harus beradaptasi dan memaksimalkan proses operasional digital menggunakan infrastruktur yang telah dikembangkan.

Di Jasa Raharja misalnya melayani pengajuan klaim secara online. Langkahnya cukup lapor ke kepolisian dan selanjutnya Jasa Raharja yang menjalankan.
Saat ini ada 1.720 Rumah sakit pilihan yang bekerja sama. "Lalu ada sinergi bersama antara Polri, Dukcapil, Bank guna kepastian dan kemudahan santunan," kata dia.

Dia menyampaikan pelayanan santunan dilakukan secara proaktif oleh petugas jasa Raharja dan pengurusan santunan tidak dikenakan biaya.



Simak Video "Sebaran Kasus Baru Covid-19 Hari Ini, Jakarta Terbanyak"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/eds)