Di Tengah Pandemi, Cadangan Devisa RI Naik Jadi US$ 127,9 M

Soraya Novika - detikFinance
Jumat, 08 Mei 2020 11:51 WIB
Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah akhirnya tembus ke level Rp 15.000. Ini adalah pertama kalinya dolar AS menyentuh level tersebut pada tahun ini.
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Di tengah pandemi virus Corona (COVID-19), Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir April 2020 lalu berada di US$ 127,9 miliar setara Rp 1.918,5 triliun (kurs Rp 15.000/US$).

Jumlah cadangan devisa itu meningkat sebanyak US$ 6,9 miliar dari posisi akhir Maret 2020 lalu yang sebesar US$ 121 miliar.

"Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,8 bulan impor atau 7,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor," ujar Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi Onny Widjanarko dalam keterangan tertulis di laman resmi BI yang dikutip detikcom, Jumat (8/5/2020).

Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

"Peningkatan cadangan devisa pada April 2020 ini terjadi terutama dipengaruhi oleh penerbitan global bond pemerintah. Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai, didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang tetap baik," tutupnya.



Simak Video "Cadangan Devisa Indonesia Menggemuk di Januari"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)