Nasabah Jiwasraya Tagih Pembayaran Polis di Tengah Corona

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 14 Mei 2020 19:45 WIB
Logo asuransi Jiwasraya di Jl Rasuna Said
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Di tengah pandemi COVID-19 pemegang polis saving plan asuransi Jiwasraya meminta kepastian pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan untuk membayar polis jatuh tempo yang tertunda.

Salah satu nasabah Jiwasraya saving plan, Machril mengungkapkan saat ini pemerintah belum membahas kembali terkait pembayaran polis saving plan. Padahal pada Maret 2020, pemerintah mulai membayar kewajiban kepada lebih dari 15.000 nasabah tradisional senilai Rp 470 miliar.

"Saat ini kami menunggu, pemerintah menyatakan untuk pembayaran polis saving plan skemanya akan keluar April. Tapi sampai sekarang belum ada," kata Machril, Kamis (14/5/2020).

Pemerintah melalui PP nomor 23 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi (PEN) memiliki program untuk menyuntikan penanaman modal negara (PMN) ke sejumlah badan usaha milik negara (BUMN).

Di antaranya PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) sebagai holding keuangan yang mendapatkan Rp 6,2 triliun. Machril menyebut penyertaan modal harus dijelaskan tujuannya. "Dari PNM itu seharusnya diperjelas, apakah bisa untuk menyuntik pemulihan Jiwasraya. Kita menunggu kepastian itu. Saat ini kita juga sedang megap-megap tidak ada pemasukan di tengah Covid-19," kata dia.

Kemudian, nasabah saving plan lainnya, yakni Donny Aprisandi mengaku hingga saat ini nasabah yang tergabung dalam Forum Nasabah Korban Polis Jiwasraya Bancassurance belum mendapatkan kepastian dari pemerintah terkait pembayaran polis jatuh tempo itu.

"Kita tidak tau sampai kapan. Hanya menunggu dan menunggu saja. Mungkin setelah PSBB dibuka kita akan datangi lagi Kementerian Keuangan maupun Kementerian BUMN untuk selesaikan masalah ini," imbuh dia.

Sebelumnya dalam rapat dengan Panitia Kerja (Panja) Jiwasraya Komisi VI DPR pada Februari 2020 lalu disebutkan bahwa ada opsi penyelamatan Jiwasraya melalui suntikan PMN senilai Rp 15 triliun untuk membayar polis jatuh tempo dan menyelamatkan perseroan.



Simak Video "Eks Dirut Jiwasraya Diduga Reaktif Corona, Sidangnya Ditunda"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/dna)