Terseret Kasus Debitor di Bank Lain, NPL Bank Permata Naik
Senin, 19 Des 2005 13:41 WIB
Jakarta - Akibat dua debitornya bermasalah di bank lain, rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) PT Bank Permata Tbk melonjak 1,5 persen menjadi 6,4 persen pada triwulan III-2005 dibanding posisi sampai Juni 2005. Padahal dua nasabah tersebut kondisi utangnya masih terhitung lancar di Bank Permata. Namun karena ada Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 7/2/2005 tentang kualitas aktiva produktif, maka kredit macet debitor yang memiliki pinjaman pada beberapa bank harus diseragamkam."Jadi kalau di bank lain bermasalah harus disamakan kondisinya," kata Direktur Operasional Bank Permata Ongky W Dana dalam acara publik ekspose di Gedung Bank Permata, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (19/12/2005).Dua debitor tersebut berutang kepada Bank Permata Rp 700 miliar. Keduanya adalah perusahaan lokal yang bergerak di bisnis agrikultur.Satu debitor yang memiliki utang Rp 400 miliar, status kreditnya masuk koleketibilitas 5 yang dinyatakan macet di 4 bank lain diantaranya Bank Mandiri dan BNI.Sedangkan satu debitor lagi senilai Rp 300 miliar masuk kolektibilitas 3 dan dalam proses restrukturisasi utang.Tahun 2006Menganai proyeksi tahun 2006, Bank Permata memperkirakan pertumbuhan kredit lebih rendah, hanya sekitar 15-20 persen, dibanding 2005 yang sebesar 20-30 persen."Ini karena kondisi perekonomian tahun depan yang masih belum kondusif," kata Dirut Bank Permata Stewart D Hall. Sampai September 2005, total outstanding kredit mencapai Rp 20,336 triliun. Pada periode itu, pertumbuhan kredit telah mencapai 45 persen atau melewati target. Sedangkan pertumbuhan aset tahun depan diperkirakan naik 20 persen. Sedangkan total aset hingga triwulan III-2005 mencapai Rp 33,503 triliun. Sementara Direktur Human and Research Bank Permata Julius Aslan mengatakan, meski kondisi ekonomi tidak kondusif, perseroan tidak akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Perseroan memiliki 7.000 karyawan baik tetap maupun kontrak."Tidak ada PHK karena yang ada sekarang masih bisa efektif," ujar Julius. Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) Bank Permata selama periode sembilan bulan pertama 2005 mencapai 10,1 persen dengan memperhitungkan risiko kredit dan 10 persen dengan memperhitungkan risiko pasar.Pemegang saham perseroan saat ini adalah PT Astra Internasional Tbk 31,55 persen, Standard Chartered Bank 31,55 persen, PPA 26,16 persen dan publik 10,74 persen.
(ir/)











































