85% Piutang Negara Sudah Tuntas
Senin, 19 Des 2005 17:31 WIB
Jakarta - Hingga November 2005, realisasi piutang negara yang dapat diselesaikan telah mencapai Rp 983,14 miliar atau 85 persen dari target tahun 2005 sebesar Rp 1,156 triliun.Untuk biaya administrasi pengurusan piutang negara yang pada tahun 2005 targetnya Rp 80,434 miliar, hingga November baru mencapai Rp 51,478 miliar atau setara dengan 70 persennya."Untuk itu, saya minta perhatiannya untuk mengamankan target yang telah ditetapkan," ujar Menkeu Sri Mulyani Indrawati saat memberikan sambutan dalam raker Ditjen Piutang dan Lelang Negara (DJPLN), di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (19/12/2005).Hal penting lainnya yang perlu mendapat perhatian DJPLN adalah pengurusan eks aset BPPN, penyelesaian aset 16 bank dalam likuidasi dan pengurusan kredit macet dengan nilai lebih dari Rp 50 miliar."Saya pikir BPPN masalahnya sudah tidak ada, tapi ternyata masih ada," ungkap Sri Mulyani.Sejak berdirinya DJPLN, total utang negara yang belum tertagih oleh DJPLN mencapai Rp 19 triliun.Dalam sambutannya, mantan direktur IMF ini meminta reorganisasi masing-masing direktoratnya. "Terutama untuk penggunaan informasi dalam memformulasikan kebijakan yang harus disempurnakan," tegasnya.Ia mengistilahkan kesatuan informasi itu sebagai sistem syaraf. Selama ini, Sri Mulyani menilai sistem syaraf di Depkeu belum satu."Lucunya, nerve system yang sebelah sini bilang pakai tangan ini untuk ngelus-ngelus. Tahunya, nerve yang lainnya pakai tangan ini untuk nabokin aja. Jadi tangan itu bingung, harus ngelus-ngelus atau nabokin orang," gurau Sri Mulyani.Untuk itu, pada hari ini Sri Mulyani bersama para Dirjen Depkeu melakukan konsolidasi dari semua informasi terutama dalam proses pengambilan keputusan.
(qom/)











































