BI Catat Bunga Kredit dan Deposito Terus Turun

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 19 Mei 2020 15:43 WIB
Daftar Suku Bunga Dasar Kredit 10 Bank RI
Foto: Tim Infografis/Mindra Purnomo
Jakarta -

Bank Indonesia (BI) mencatat suku bunga perbankan terus mengalami penurunan. Seperti bunga kredit yang turun menjadi 10,17% dan bunga deposito yang menjadi 5,92%.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan penurunan ini terjadi karena bank mulai merespon kebijakan yang diberikan oleh BI.

"Rerata tertimbang suku bunga deposito 5,92% turun 11 bps dan bunga kredit 10,17% turun 19% dibandingkan Maret 2020," kata Perry dalam video conference, Selasa (19/5/2020).

Dia mengungkapkan sejak awal 2020, Bank Indonesia telah melakukan injeksi likuiditas ke pasar uang dan perbankan hingga mencapai Rp583,5 triliun antara lain melalui pembelian SBN dari pasar sekunder, penyediaan likuiditas perbankan melalui transaksi term-repo SBN, swap valas, serta penurunan GWM Rupiah.

Penurunan suku bunga tersebut berdampak pada kenaikan pertumbuhan besaran moneter M1 dan M2 pada Maret 2020 yang masing-masing menjadi 15,6% (yoy) dan 12,1% (yoy). Bank Indonesia akan terus memastikan kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan dalam mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional, khususnya dalam rangka restrukturisasi kredit perbankan.

Saat ini kondisi likuiditas perbankan yang memadai tercermin pada rerata harian volume PUAB April 2020 yang tetap tinggi yakni Rp9,2 triliun serta rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) yang tetap besar yakni 24,16% pada Maret 2020.

Perkembangan ini berdampak positif pada penurunan suku bunga. Pada April 2020, rata-rata suku bunga PUAB O/N dan suku bunga JIBOR tenor 1 minggu bergerak stabil di sekitar level BI7DRR yakni 4,31% dan 4,60%.

Stabilitas sistem keuangan terjaga tercermin dari rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan Maret 2020 yang tinggi yakni 21,63%, dan rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) yang tetap rendah yakni 2,77% (bruto) dan 1,02% (neto).

Sementara itu, fungsi intermediasi tetap menjadi perhatian sejalan dampak melemahnya permintaan domestik dan makin berhati-hatinya perbankan dalam menyalurkan kredit akibat meluasnya COVID-19.

Pertumbuhan kredit pada Maret 2020 tetap lemah, meskipun meningkat dari 5,93% (yoy) pada Februari 2020 menjadi 7,95% (yoy). Sejalan dengan itu, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga belum kuat, meskipun naik dari 7,77% (yoy) pada bulan sebelumnya menjadi 9,54% (yoy).

"Ke depan, Bank Indonesia tetap menempuh kebijakan makroprudensial yang akomodatif sejalan dengan bauran kebijakan yang telah diambil sebelumnya, termasuk berbagai upaya untuk memitigasi risiko di sektor keuangan akibat penyebaran COVID-19," jelas dia.



Simak Video "Penyederhanaan Nilai Rupiah alias Redenominasi Nongol Lagi"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/dna)