Pemerintah Diminta Prioritaskan Nasabah Jiwasraya di Tengah Corona

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 20 Mei 2020 19:20 WIB
Logo asuransi Jiwasraya di Jl Rasuna Said
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan (Kemkeu) diminta untuk tetap bertanggung jawab menyelesaikan ganti rugi nasabah Jiwasraya baik pemegang polis saving plan maupun tradisional.

Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS) Anthony Budiawan menjelaskan masalah Jiwasraya ini adalah salah satu prioritas karena sudah terjadi sebelum pandemi COVID-19 ini. Maka dari itu perlu penyelesaian dari pemerintah.

"Jiwasraya itu masalah yang terpisah, penyelesaiannya harus terpisah dan tidak bisa disamakan dengan kebijakan PMN yang dikeluarkan pemerintah saat ini," kata Anthony.

Seperti diketahui, pemerintah merilis Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Di mana, program tersebut memberikan aliran dana melalui penanaman modal negara (PMN) ke beberapa BUMN.

Salah satunya adalah suntikan modal ke induk holding keuangan yakni PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) sebagai holding keuangan sebesar Rp 6,2 triliun.

"Jiwasraya inikan sudah masalah hukum dan tanggung jawab pemerintah. Ya harus diganti jangan pilih kasih yang tradisional dulu, saving plan-nya tidak," jelas dia.

Memang, pada Maret 2020 kemarin, pemerintah membayar kewajiban kepada lebih dari 15.000 nasabah tradisional dengan nilai mencapai Rp 470 miliar. Dari hal itu, Anthony menilai, pemerintah terkesan mengesampingkan nasabah saving plan untuk penyelesaian masalah pelunasan ganti rugi ini.

Maka dari itu, pemerintah memang harus benar-benar memperhatikan masalah Jiwasraya ini. Karena itu pemerintah harus kembali menambah modal dan harus menyelesaikan masalah tersebut. "Jiwasraya rugi dan pemerintah harus masukkan uang, pemerintah harus tambah modal lagi," kata dia.



Simak Video "Anggaran Kesehatan untuk Corona Baru Terserap 5,12% dari Rp 87,55 T"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/fdl)