BI Ramal Pelemahan Ekonomi RI Berlanjut hingga Kuartal III

Trio Hamdani - detikFinance
Jumat, 29 Mei 2020 23:00 WIB
Pandemi virus Corona membuat dunia usaha babak belur.  COVID-19 juga diproyeksi mendatangkan malapetaka pada ekonomi Indonesia, bahkan dunia.
Foto: Antara Foto
Jakarta -
Tekanan ekonomi akibat pandemi COVID-19 diperkirakan bakal berlangsung hingga kuartal III-2020. Kondisi tersebut kemungkinan akan menyebabkan pertumbuhan ekonomi nasional lebih rendah dari perkiraan.

Dilihat dari Laporan Kebijakan Moneter Triwulan I-2020 yang dirilis oleh Bank Indonesia (BI), penyebaran pandemi virus Corona di Indonesia cukup tinggi pada periode laporan. Hingga 18 Mei 2020, jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia telah mencapai 18.010.

Penambahan angka kasus baru positif COVID-19 diperkirakan belum mencapai titik puncaknya dan telah menyebar ke seluruh provinsi di Indonesia, dengan penyebaran tertinggi di wilayah Jawa. Tak kurang dari itu, angka kematian (fatality rate) akibat virus Corona di Indonesia merupakan yang tertinggi di kawasan Asia Tenggara.

"Sebagai mitigasi penyebaran pandemi COVID-19, beberapa daerah, baik level provinsi maupun kabupaten/kota telah menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)," tulis BI dalam laporannya dikutip detikcom, Jumat (29/5/2020).

Penyebaran pandemi COVID-19 domestik dan upaya penanggulangannya, ditambah kontraksi ekonomi global membuat kinerja perekonomian domestik menurun.

Bahkan pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan I-2020 melambat, terutama dipengaruhi oleh menurunnya kinerja ekspor jasa. Hal itu sejalan dengan penerapan berbagai upaya penanggulangan pandemi COVID-19 di global dan domestik yang membatasi mobilitas masyarakat sehingga menurunkan aktivitas ekonomi.

"Pengaruh penyebaran pandemi COVID-19 terhadap pelemahan ekonomi domestik diprakirakan dapat berlanjut hingga triwulan III-2020," jelas BI dalam laporannya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Kayu Putih Hidupkan Desa Wonoharjo"
[Gambas:Video 20detik]