Rapat Internal Alot, DPR Masih Terpecah Soal Gaji Pejabat BI
Rabu, 21 Des 2005 18:23 WIB
Jakarta - Rapat internal Komisi XI DPR RI yang memutuskan sikap atas gaji dan tunjangan pejabat BI berlangsung alot. Anggota Komisi XI masih terpecah antara kelompok 'pembela' dan 'pengecam' BI.Rapat Komisi XI yang digelar di Gedung DPR/MPR, Senyan, Jakarta, sejak Rabu (21/12/2005) pukul 14.00 WIB hingga petang ini belum menghasilkan keputusan apapun.Padahal rapat internal ini harus mendapatkan kesimpulan agar selanjutnya bisa dibahas dengan BI pada Kamis (22/12/2005) besok."Nggak lucu kalau kita masih berdebat secara inernal di depan Gubernur BI," cetus Rama Pratama, anggota Komisi XI dari FPKS.Sementara Anggota Komisi XI dari FPKS Andi Rahmat menambahkan, saat ini pembahasannya masih sangat alot. "Kita sejak tadi masih membahas kelompok A. Padahal masih ada kelompok B dan C. Kalau melihat ini kayaknya deadlock," ungkapnya.Menurut Andi, perdebatan yang alot berkisar pada masalah besaran untuk mengurangi anggaran BI dengan alasan untuk efisiensi. Selain itu juga perdebatan mengenai besarnya gaji Gubernur BI dan deputi-deputinya.Rama Pratama menambahkan, salah satu yang menjadi wacana dalam pembahasan Komisi XI saat ini adalah mengenai waktu dilakukannya efisiensi anggaran BI, apakah bersamaan dengan revisi UU BI atau dan penataan gaji para pejabat sebagai tanggung jawab anggota dalam merespons krisis. Yang kedua, respons yang disesuaikan asas kepatutan.Menurut Hafiz Zawawi dari Fraksi Partai Golkar, yang paling alot diperdebatkan adalah berkaitan penurunan gaji Gubernur BI, karena ada beberapa kelompok yang tidak menginginkan gaji Gubernur BI turun. Namun sayangnya Hafiz enggan menyebutkan nama-nama yang membela BI tersebut.Seorang anggota DPR yang hadir dalam rapat tersebut, sempat mengemuka wacana menurunkan anggaran BI hingga 30 persen. Sementara tunjangan bagi Gubernur BI dihapuskan, sementara gaji karyawan BI tidak diotak-atik.Hafiz menambahkan, jika tidak ada keputusan dalam rapat hari ini hingga 31 Desember, maka BI akan menjalankan anggaran yang sudah diusulkan. "Kalau tidak ada keputusan, silakan BI berfoya-foya," tandasnya.
(qom/)











































