Ngerinya Dampak Corona, Ekonomi RI Diramal Tak Tumbuh

Soraya Novika - detikFinance
Selasa, 02 Jun 2020 16:09 WIB
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat realisasi pertumbuhan ekonomi secara kumulatif atau sampai September 2018 sebesar 5,17%.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

World Bank memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 ini akan berada di bawah 5%. Parahnya lagi, ekonomi Indonesia bisa tak tumbuh sama sekali alias 0% karena wabah yang melanda.

"Jadi jika melihat proyeksi pertumbuhan untuk tahun 2020 di Indonesia kami perkirakan akan melambat menjadi 0% dan ini adalah asumsi dari dua bulan PSBB di bulan April, Mei dan Juni," ujar ekonom senior Bank Dunia untuk Indonesia Ralph Van Doorn dalam diskusi virtual bertajuk Implementasi New Normal Menghadapi Dampak Pandemi COVID-19 terhadap Situasi Ekonomi dan Sosial, Selasa (2/6/2020).

"Anjloknya pertumbuhan ekonomi RI terjadi akibat perlambatan konsumsi rumah tangga karena banyaknya masyarakat yang kehilangan pekerjaannya atau menjadi korban dirumahkan dan PHK. "Serta akibat minimnya kegiatan ekonomi dan menurunnya kepercayaan konsumen," sambungnya.

Parahnya lagi, utang RI diyakini bisa meningkat mendekati 37% dari Produk Domestik Bruto (PDB) akibat pandemi ini.

"Didorong oleh defisit yang lebih tinggi, pertumbuhan yang lebih lambat, depresiasi nilai tukar rupiah, guncangan suku bunga dan lebih banyak pinjaman untuk membiayai paket stimulus yang dikeluarkan," sambungnya.

Untuk mengurangi kemungkinan-kemungkinan tersebut, pemerintah diminta fokus menyelesaikan masalah krisis kesehatannya lebih dahulu sebelum buru-buru memulai era new normal. Barulah mulai membuka kegiatan ekonominya secara bertahap.

"Dimulai dari membantu perusahaan yang terkena dampak sambil menghindari moral hazard dan erosi basis pajak. Lalu, memperbaiki perbankan. Dan bekali pekerja dengan keterampilan serta membantu pengusaha menarik kembali pekerjanya," tutur Doorn.

Terakhir, mulai menarik investasi baru dan dialiri kepada reformasi struktural, infrastruktur dan pembangunan sumber daya manusia.



Simak Video " Ini Aturan New Normal bagi Karyawan"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)