Saat Pandemi, BRI Syariah Catat 78,6% Transaksi dari Mobile Banking

Yudistira Imandiar - detikFinance
Selasa, 02 Jun 2020 16:51 WIB
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk kembali menyuntikkan modal sebesar Rp 500 miliar ke BRI Syariah untuk memacu pertumbuhan bisnis. Modal disetor BRI Syariah saat ini sebesar Rp1,47 triliun atau naik dari posisi sebelumnya Rp979 miliar. File/detikFoto.
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Di masa pandemi COVID-19, BRI Syariah mencatatkan peningkatan transaksi melalui aplikasi mobile BRIS Online. Tercatat, ada 11,5 juta transaksi digital BRIS Online, atau 78,6% dari keseluruhan transaksi BRI Syariah hingga akhir Mei 2020, diikuti transaksi melalui ATM sebesar 15,81%, dan sisanya melalui teller serta internet banking.

Jumlah transaksi melalui BRIS Online terpantau meningkat sekitar 36% dibandingkan sebelum kondisi pandemi COVID-19. Jenis transaksi yang paling banyak dilakukan, yaitu transfer dan isi uang elektronik.

"Kami akan terus memaksimalkan pemanfaatan teknologi dalam melayani nasabah, terutama saat penerapan the new normal nanti sudah berjalan. Nasabah BRIsyariah bisa memaksimalkan aplikasi BRIS Online yang lebih aman dan nyaman pada masa pandemi seperti ini," kata Direktur Operasional BRI Syariah Fahmi Subandi dalam keterangan tertulis, Selasa (2/6/2020).

Fahmi memaparkan, selain untuk transfer dana, aplikasi BRIS Online memiliki sejumlah fitur lain. Di antaranya, pembayaran biaya pendidikan, BPJS Kesehatan, Pembelian Sukuk/SBSN, pembayaran pajak e-Samsat, pelunasan haji, ZISWAF, digital marketplace Tokopedia dan Bukalapak, pencarian masjid terdekat, penunjuk arah kiblat, hingga juz amma.

Ia menambahkan, dalam internal business process BRIsyariah turut mengembangkan aplikasi i-Kurma untuk yang memungkinkan tim BRI Syariah memproses pengajuan pembiayaan nasabah di luar kantor. Aplikasi i-Kurma yang telah diluncurkan pada 2019, kata dia, dapat memangkas waktu proses pengajuan pembiayaan secara signifikan.

"Meski kita menghadapi tantangan pandemi COVID-19, BRIsyariah terus fokus meningkatkan kinerja untuk memaksimalkan potensi perbankan syariah Indonesia yang sangat besar, terutama melalui layanan digital, di mana masyarakat semakin adaptif dalam memanfaatkan teknologi. Kami juga memastikan semua protokol kesehatan pencegahan penularan COVID-19 yang ada di area operasional dapat dijalankan dengan baik," ujar Fahmi.



Simak Video "Teras BRI Kapal, Penjaga Kedaulatan Rupiah di Perbatasan"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/hns)