BI: Perbankan Syariah Akan Tumbuh 45-50% Tahun 2006
Senin, 26 Des 2005 12:36 WIB
Jakarta - Di tengah loyonya pertumbuhan ekonomi pada tahun 2006, pertumbuhan perbankan syariah diyakini masih bisa mencapai 45-50 persen. Angka itu berarti hampir sama dengan tingkat pertumbuhan pada tahun 2005 ini."Pada tahun 2006 saya yakin pertumbuhan perbankan syariah 45-50 persen, ngggak jauh dari tahun 2005," kata Deputi Gubernur BI Siti Fadjrijah usai menjadi pembicara kunci dalam seminar pengembangan industri syariah di Gedung BI, Jakarta, Senin (26/12/2005).Fadjrijah menjelaskan, pertumbuhan hingga 45-50 persen itu dapat dicapai dengan penerapan office chanelling (OC) yang rencananya baru akan diterapkan tahun 2006.OC merupakan pelayanan transaksi atau pembukaan rekening syariah di kantor-kantor cabang bank komersilnya. Dengan penerapan OC itu, selain memudahkan nasabah untuk bertransaksi, jumlah nasabah-nasabah baru tabungan syariah pun diharapkan kian bertambah.Menurut Fadrijah, selama ini kendala perkembangan perbankan syariah adalah masih minim dan terbatasnya gerai unit syariah.Direktur Direktorat Perbankan Syariah BI, Harisman, menambahkan, dengan estimasi tingkat pertumbuhan yang cepat serta penerapan ketentuan OC dan spin off unit usaha syariah, maka share aset perbankan syariah dapat mencapai 2,57 persen pada tahun 2006.Saat ini share perbankan syariah baru mencapai 1,3 persen dari aset perbankan umum.Dalam 3 tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan aset perbankan syariah adalah 60 persen. Berdasarkan data BI, per Oktober 2005, posisi aset perbankan syariah sebesar Rp 18,7 triliun. Untuk DPK, sebesar 13,4 triliun dan pembiayaan sebesar 15,1 triliun. NPL gross sebesar 4,2 persen dan FDR 111,3 persen.
(qom/)











































