Sejarah Uang dalam Kehidupan Manusia, dari Barter hingga Bitcoin

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sabtu, 27 Jun 2020 09:43 WIB
British Sterling pound notes are pictured in London, on December 4, 2008.The British pound hit a record euro low on Thursday, while the single unit dipped against the dollar, ahead of expected interest rate cuts from the Bank of England and the European Central Bank. In London trade, the pound dropped to 1.1499 euros -- the lowest level since the creation of the European single currency in 1999. AFP PHOTO/Shaun Curry / AFP PHOTO / SHAUN CURRY
Ilustrasi/Foto: AFP/SHAUN CURRY
Jakarta -

Uang atau duit saat ini jadi hal yang sangat penting untuk kehidupan manusia. Dengan uang, manusia bisa melakukan transaksi perdagangan, pembayaran jasa hingga menentukan harga jual atau beli. Tapi tahukah kamu sejarah uang?

Di abad 20 ini, uang tak lagi hanya berbentuk logam dan kertas. Ada uang elektronik sampai uang digital. Dalam sejarah uang, sebelum manusia mengenal alat pembayaran, barter atau tukar menukar barang menjadi alat bayar dari sebuah transaksi.

Mengutip investopedia, barter biasanya berupa barang dan jasa. Contohnya seseorang memberikan seseorang memberikan beras dan kemudian mitranya memberikan dia sejumlah sayur mayur dan ikan. Sistem barter ini mengharuskan manusia untuk bertemu dengan manusia lain yang bisa adil dalam menentukan barang tukarnya.

Namun sistem barter ini seringkali menemui kendala, pasalnya sering muncul kesulitan menghitung kesepakatan pertukaran barang dan jasa. Untuk mengurangi hal tersebut, manusia mulai menciptakan uang komoditas.

Sejarah uang memasuki babak baru. Pelan-pelan sistem barter mulai ditinggalkan. Manusia mulai menggunakan garam, teh, tembakau hingga biji-bijian hasil bumi mereka untuk alat pembayaran.

Pada tahun 600 sebelum masehi, Raja Lydia Alyattes dari Turki mencetak uang koin resmi pertama. Uang ini terbuat dari electrum campuran perak dan emas yang terjadi alami. Kemudian dicap dengan gambar-gambar untuk menandai jika uang diterbitkan di wilayah tersebut. Dari sini sejarah uang dimulai.

China mulai mendesain uang kertas di abad pertama masehi yaitu di masa Dinasti Tang. Kenapa China memilih uang kertas dibandingkan koin? Hal ini karena pasokan bahan baku logam mulia seperti emas dan perak sangat terbatas kala itu. Sehingga China kesulitan memproduksi koin.

Ts'ai Lun seorang desainer uang di masa Dinasti Tang akhirnya berhasil menciptakan uang kertas yang menggunakan bahan baku kulit kayu murbei. Setelah penciptaan tersebut, kegiatan ekonomi di berbagai negara mulai berkembang dan pembayaran harus menggunakan mata uang yang sah.

Setelah uang kertas dan koin digunakan di berbagai negara. Keluarlah uang elektronik berbasis kartu. Uang ini biasanya digunakan untuk pembayaran transportasi, di toko ritel sampai pembayaran di gerbang tol. Sejarah uang memasuki dunia modern.

Kemudian setelah uang elektronik berbasis kartu beredar, muncul uang elektronik berbasis server. Pengguna bisa bertransaksi hanya menggunakan aplikasi atau SMS di handphone masing-masing. Sehingga tidak perlu membawa uang kertas, logam atau kartu uang elektronik.

Lalu muncullah uang digital salah satunya bernama bitcoin yang terus berkembang dari tahun ke tahun. Ia diciptakan oleh Satoshi Nakamoto pada 2009. Cryptocurrency ini tak hanya bitcoin ada pula ethereum, bitcoin cash, litecoin, XRP sampai bitcoin SV.

Kira-kira ke depan, jenis uang apalagi ya yang akan muncul dan seperti apa sejarah uang akan berlanjut?



Simak Video "Tunai! Pria di Banyuwangi ini Beli Motor Pakai Uang Koin"
[Gambas:Video 20detik]
(erd/eds)