BYB Talkshow: Bank Yudha Bhakti Akan Segera Hadir dengan Wajah Baru

Content Promotion - detikFinance
Sabtu, 27 Jun 2020 16:35 WIB
Bank Yudha Bhakti
Foto: Dok. Bank Yudha Bhakti
Jakarta -

Perkembangan digital telah mengubah drastis gaya hidup masyarakat. Kebutuhan akan kepraktisan dan kemudahan semakin meningkat, termasuk dalam layanan perbankan. Ini yang mendorong layanan digital banking kian diperlukan.

Pandemi COVID-19 juga telah mempercepat penerimaan dari digital banking. Tanpa sadar masyarakat dipaksa untuk bertransaksi secara digital dan itu akan bekembang menjadi kebiasaan saat memasuki new normal. Ke depan, transaksi digital akan menjadi sebuah kebutuhan dalam gaya hidup.

PT Bank Yudha Bhakti Tbk (BYB) sudah menyadari masa depan perbankan akan seperti itu, bahkan jauh sebelum pandemi COVID-19 menyeruak. Bank ini sedang melakukan transformasi digital. Perseroan memiliki visi menjadi digital banking terdepan di Indonesia.

Dalam waktu sekitar tiga bulan lagi, BYB akan segera hadir dengan wajah baru. Bank akan melakukan perubahan besar-besaran sebagai bagian dari transformasi digital. Tidak hanya nama yang berganti, logo juga akan hadir dengan tampilan anyar yang akan mencerminkan visi dan semangat baru perseroan.

Direktur Utama BYB, Tjandra Gunawan memaparkan rencana besar menuju digital banking itu dalam sharing session yang digelar perseroan bertajuk 'Journey to The New Banking in New Normal' bersama dengan perencana keuangan ternama, Mohamad Andoko. Sesi berbagi ini digelar pada Sabtu, 26 Juni 2020 yang disiarkan secara langsung melalui akun Instragram @bankyudhabhkati dan @andokomohamad.

Tjandra menjelaskan, rencana rebranding itu sedang dalam proses saat ini. Dengan wajahnya yang baru, BYB juga akan menghadirkan maskot untuk melengkapi citranya. Perubahan besar itu salah satunya juga ditujukan menjaring pasar baru, yakni milenial.

Berbagai layanan dan produk akan segera dihadirkan BYB dalam memperkuat layanan digital banking ke depan. "Dalam waktu dua atau tiga minggu ke depan, kami akan meluncurkan mobile banking," ungkap Tjandra.

Walaupun bukan yang pertama yang memproklamirkan menjadi bank digital, BYB meyakini bisa meraih tujuannya sebagai yang terdepan. Bagi Tjandra, bank lain yang bertransformasi menuju bank digital bukan merupakan saingan, melainkan mitra dalam membangun ekosistem digital di Indonesia.

Mirip satu kawasan kota mandiri yang di dalamnya tidak hanya terdapat bangunan dan fasilitas tetapi juga dilengkapi dengan komunitas, BYB akan menjadi bagian dari ekosistem digital yang di dalamnya tidak hanya ada bank, tetapi ada e-commerce, fintech, dan lainnya.

Transformasi digital BYB ini tidak tidak akan lepas dari dukungan Akulaku sebagai salah satu pemegang saham utama perseroan. Dengan posisi Akulaku sebagai perusahaan fintech, akan menciptakan sinergi positif dalam rangka transformasi tersebut.

Tjandra mengatakan, layanan digital BYB tidak hanya akan memberikan kemudahan bagi nasabah tetapi juga akan menghasilkan keuntungan bagi bank sendiri karena akan proses bisnis lebih efisien sehingga biaya yang dikeluarkan akan lebih rendah walaupun perseroan membutuhkan modal besar untuk membangun infrastruktur pada tahap awal.

Untuk memperkuat permodalan dalam melakukan ekspansi dan melanjutkan transformasi itu, BYB tidak khawatir karena perseroan akan segera naik kelas menjadi Bank BUKU II lewat right issue. Dengan naik BUKU, maka permodalan perseroan akan semakin kuat sehingga membuka kesempatan baru bagi perseroan mengembangkan produk advance lagi.

Meski akan menyasar market baru dari segmen milenial, Tjandra menegaskan pihaknya tidak akan pernah meninggalkan core bisnisnya. Justru perseroan bercita-cita untuk mendigitalisasi produk pensiunan BYB.

"Kami berdiri sudah dengan bisnis inti di layanan pensiunan untuk kaum militer. Lebih dari 76% kredit BYB ada di pensiunan. Jadi kami sudah memiliki customer base tersendiri atau istilah kerennya milenial sekarang 'follower kami ada di situ. Tidak mungkin kami meninggalkan follower yang sudah kami bangun sejak awal," Jelas Tjandra.

Tawarkan Fleksibilitas

Selama pandemi COVID-19, BYB mengamati telah terbentuk sebuah pola baru dalam gaya hidup masyarakat. Nasabah semakin membutuhkan hal-hal yang bersifat fleksibel dan praktis. Untuk itu, perseroan menawarkan produk untuk memenuhi kebutuhan tersebut lewat dua produk.

Pertama, produk tabungan setara deposito. Ini merupakan salah satu produk andalan BYB karena menawarkan banyak kelebihan. Dengan hanya menempatkan dana minimal Rp 1 juta di produk ini, nasabah bisa mendapatkan bunga 5,75%. Keuntungan lainnya, bebas transaksi melalui ATM.

Jika nasabah punya dana lebih besar, bisa memilih produk kedua, yaitu deposito 123. Produk ini cukup menarik karena memberikan nasabah fleksibilitas. Dengan menempatkan dana minimal Rp 2 miliar selama tiga bulan di produk ini, maka akan berhak mendapatkan bunga 10% pa.

Tidak jadi masalah jika tiba-tiba nasabah ingin menarik dana di bulan kedua karena sedang ada kebutuhan, tetapi bunganya akan turun jadi 9% pa. Bahkan, kalau tiba-tiba baru sebulan saja, muncul kebutuhan mendesak untuk menarik dana dari deposito ini, tetap bisa, tetapi dengan catatan, bunga jadi 8% pa.

Di samping dua produk tersebut, BYB juga sedang menyiapkan produk-produk menarik lainnya yang ditujukan untuk kaum milenial, yakni Neo Optima, Time Deposit yang menawarkan suku bunga di kisaran 7,5%-9,5% pa untuk tenor 1-12 bulan; Neo Maxima, Time Deposit yang mempunyai tenor 7 hari dengan suku bunga 6,5% pa; Tabungan bernama Neo Prima yang memberikan suku bunga 2,75% - 5,75% pa; dan menariknya, semuanya itu hanya dengan penempatan dana minimal Rp 1 juta saja.

Saat ini, produk-produk tabungan dan deposito BYB bisa diakses dari rumah tanpa harus capek-capek menghabiskan waktu menyambangi kantor bank. Perseroan sudah punya layanan deposito online yang memungkinkan calon nasabah bisa melakukan pendaftaran dana transaksi secara daring dengan mengakses website Bank Yudha Bhakti.

(ads/ads)