Rupiah Melemah Tipis ke 9.830/US$
Selasa, 27 Des 2005 16:56 WIB
Jakarta - Nilai tukar rupiah pada akhir perdagangan Selasa (27/12/2005) pukul 17.00 WIB ditutup melemah tipis ke level 9.830 per dolar AS, dibandingkan level sebelumnya 9.815 per dolar AS.Menurut dealer, pelemahan dolar diakibatkan oleh permintaan dolar dari bank BUMN untuk memenuhi kebutuhan BUMN.Deputi Gubernur BI Aslim Tadjudin optimistis nilai tukar rupiah akan menguat di akhir tahun pada level 9.700-9.800 per dolar AS. Penguatan tersebut dicapai mengingat meningkatnya cadangan devisa saat ini yang berada di atas US$ 34 miliar."Pada akhir tahun optimis 9.700-9.800 per dolar AS. Saya kira harus berpikir positif. Caadangan devisa saat ini di atas US$ 34 miliar," kata Aslim Tadjudin usai mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI.Menurut Aslim, meningkatnya cadangan devisa tersebut karena berkurangnya konsumsi masyarakat terhadap BBM yang berimbas pada berkurangnya impor minyak oleh Pertamina. Sehingga Pertamina tidak terlalu banyak menggunakan dolar. "Impor Pertamina berkurang karena konsumsi berkurang," kata Aslim.Mengenai tingkat inflasi yang tinggi, Aslim menyampaikan BI mengharapkan laju inflasi bulan Desember akan lebih kecil dari bulan sebelumnya yang sebesar 1,31 persen. Mengingat tekanan permintaan terhadap barang setelah hari raya sudah berkurang.Aslim juga memperkirakan laju inflasi tahun 2006 akan bergerak positif, yaitu pada level 8 persen plus minus 1 persen.
(qom/)











































