Sri Mulyani Minta Bank BUMN Genjot Kredit 3 Kali Lipat

Hendra Kusuma - detikFinance
Senin, 29 Jun 2020 13:40 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati hadiri rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI. Sri Mulyani membahas kondisi ekonomi di tahun 2020.
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta empat bank BUMN menyalurkan kredit tiga kali lipat lebih besar dari dana yang dititipkan pemerintah dalam rangka pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Penempatan uang negara di bank umum itu diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 70/PMK.05/2020 tentang Penempatan Uang Negara di Bank Umum dalam Rangka Percepatan PEN. Anggaran yang ditempatkan sebesar Rp 30 triliun.

"Kita harapkan untuk setiap satu rupiah yang ditempatkan, bisa salurkan 3 kali lipat atau 3 rupiah," kata Sri Mulyani di ruang rapat Komisi XI DPR, Jakarta, Senin (29/6/2020).

Uang negara itu dititipkan melalui mekanisme penempatan deposito. Namun pemerintah memberikan keringanan dengan menetapkan bunga hanya 80% dari suku bunga acuan saat ini. Adapun saat ini suku bunga acuan BI 7 days reverse repo berada di level 4,25%.

"Kami tempatkan deposito kepada bank umum mitra. Tujuannya bank tersebut harus miliki langkah rencana untuk pulihkan ekonomi yakni penggunaan dana murah tersebut untuk dorong ekonomi sektor riil. Kita harapkan ini bisa segera memulihkan percepatan pemulihan ekonomi nasional," jelasnya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini juga bilang dana penempatan pemerintah yang sebesar Rp 30 triliun tidak boleh dimanfaatkan untuk pembelian surat berharga negara (SBN) dan valuta asing (valas).

Dia menjelaskan, pembelian SBN hanya memberikan keuntungan bagi pihak perbankan. Keempat bank ini adalah Bank Mandiri, BNI, BRI, dan BTN alias Himpunan Bank Negara (Himbara).

"Oleh karena itu, kami meminta kepada keempat bank HIMBARA menyampaikan kepada kita apa rencana mereka apabila mendapatkan penempatan dana pemerintah. Jangan sampai salah sasaran," katanya.

Secara rinci, Sri Mulyani bilang Bank Mandiri menargetkan penyaluran kredit hingga Rp 21 triliun. Anggaran tersebut untuk mendukung kegiatan bisnis bank umum yang terkait dengan percepatan pemulihan ekonomi. Seperti kredit sektor produktif, padat karya, ketahanan pangan, mendukung sistem logistik nasional.

Untuk Bank BRI, dalam enam bulan ke depan merencanakan penyaluran hingga Rp 122,50 triliun dengan komposisi mikro 88,87% atau Rp 108,80 triliun. Dana tersebut akan dimanfaatkan rencana ekspansi kredit UMKM.

Sementara Bank BNI, dikatakan Sri Mulyani, dana tersebut akan difokuskan untuk melaksanakan ekspansi kredit pada sektor riil untuk korporasi, usaha menegah dan kecil serta consumer loan dalam tiga bulan ke depan senilai Rp 15,04 triliun.

Terakhir untuk Bank BTN, dana akan difokuskan pada rencana penyaluran kredit pada Juli hingga Des 2020 sebesar Rp 30,03 triliun yang didominasi oleh penyaluran KPR serta kredit lainnya di sektor perumahan.



Simak Video "Sri Mulyani: Penjajahan Belanda Wariskan Utang US$ 1,13 M"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/eds)