Inflasi Desember Di Bawah 1%
Rabu, 28 Des 2005 23:58 WIB
Jakarta - Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi pada bulan Desember akan berada di bawah satu persen, atau lebih rendah dari inflasi pada bulan November. Namun berapa nilai pastinya, BI belum bisa menyebutkan."Inflasi akan lebih rendah, semoga di bawah satu persen," ujar Deputi Senior Gubernur BI Miranda Goeltom kepada wartawan di Gedung Depkeu, Jl Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (28/12/2005).Pada bulan November lalu tingkat inflasi mencapai 1,31 persen dengan inflasi year on year mencapai 18,6 persen.Sementara itu menurunnya konsumsi BBM berimbas kepada berkurangnya penggunaan devisa untuk keperluan impor minyak nasional. Dengan demikian berdampak pada meningkatnya cadangan devisa. Cadangan devisa pada akhir tahun 2005 akan berada di posisi di atas US$ 34 miliar."Tahun ini cadangan devisa akan ditutup pada angka US$ 34 miliar, meskipun itu lebih rendah dari cadangan awal tahun sebesar US$ 36 miliar lebih," ujar Miranda.Menurutnya posisi cadangan devisa sebesar US$ 34 miliar merupakan suatu posisi yang baik walaupun di tahun sebelumnya begitu banyak pengeluaran atau penggunaan devisa untuk keperluan impor minyak.Untuk cadangan devisa tahun depan Miranda mengatakan bahwa BI saat ini masih melakukan berbagai perhitungan dan belum dapat menentukan apakah cadangan devisa tahun depan akan lebih besar atau lebih kecil dari posisi sekarang.Sementara itu mengenai pertumbuhan kredit perbankan, Miranda mengatakan hingga akhir tahun 2005 akan berada di atas 22 persen."Sampai akhir tahun diatas 22 persen pertumbuhannya bahkan sampai Oktober saja sudah 21 persen," ujarnya.Mengenai BI Rate, lanjut Miranda, jika espektasi inflasi lebih rendah maka kenaikan BI rate tidak perlu dilakukan untuk mengimbangi inflasi. "Saya lihat tidak ada tekanan suku bunga yang tinggi pada tahun depan," tutur Miranda.
(ddn/)











































