Total Utang Klaim Asuransi Jiwasraya Membengkak Jadi Rp 18 T

Trio Hamdani - detikFinance
Selasa, 07 Jul 2020 16:24 WIB
Kantor Pusat Jiwasraya
Foto: Rengga Sancaya/detikcom
Jakarta -

Tunggakan klaim yang ditanggung PT Asuransi Jiwasraya (Persero) bertambah mencapai belasan triliun rupiah. Per 31 Mei angkanya mencapai Rp 18 triliun. Hal itu diungkapkan oleh Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo dalam rapat panitia kerja (Panja) Komisi VI DPR.

"Posisi per 31 Mei 2020, kondisi klaim yang telah terjadi dan belum terbayar itu dari saving plan ada Rp 16,5 triliun," kata dia dalam paparannya di Ruang Rapat Komisi VI DPR RI, Jakarta, Selasa (7/7/2020).

Lalu nilai tersebut ditambah dengan akumulasi yang belum terbayar untuk klaim tradisional korporasi Rp 0,6 triliun. Kemudian untuk korporasi ritel Rp 0,2 triliun, ditambah Rp 0,7 triliun.

"Saat ini telah terjadi akumulasi yang belum terbayar di tradisional, kami akumulasi di korporasi dan ritel sebesar Rp 1,5 triliun. Jadi ada Rp 0,6 triliun di korporasi. Dari ritel ada Rp 0,2 triliun dan Rp 0,7 triliun," tambahnya.

Sebelumnya nilai gagal bayar pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero) adalah Rp 16 triliun. Pria yang disapa Tiko ini menerangkan, nilai gagal bayar itu naik karena setiap bulan ada yang jatuh tempo.

"Soalnya kan namanya klaim, setiap bulan ada yang jatuh tempo, sampai kita sudah ada cash flownya jatuh temponya akan bertambah terus, memang setiap bulan ada tambahan klaim baru jadi utang," katanya di DPR Jakarta, Senin malam (3/2/2020).

"(Produk) Saving plan (Jiwasraya), memang sampai akhir Januari ini hampir semuanya akan jatuh tempo, jadi utang klaim Rp 16 triliun kurang lebih," tambahnya.



Simak Video "13 Korporasi Tersangka Kasus Jiwasraya Didakwa Hari ini"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/)