Calon DG BI Doni Joewono Mau Dorong Elektronifikasi Bansos

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 08 Jul 2020 11:28 WIB
Calon Deputi Gubernur BI Doni Joewono
Foto: Sylke Febrina Laucereno/detikcom
Jakarta -

Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Doni Primanto Joewono hari ini menjalani uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test di Komisi XI DPR RI.

Doni merupakan kandidat terakhir yang menjalani tes ini. Dalam paparannya dia membawakan tema Penguatan Peran BI Menuju Indonesia Maju dan Berdaya Tahan.

Dia mengungkapkan visi misi yang diusung adalah mewujudkan perekonomian Indonesia yang tumbuh tinggi, berdaya tahan, dan inklusif melalui penetapan dan pengimplementasian kebijakan yang efektif, sinergis, dan istiqomah, menuju Indonesia maju.

Menurut dia ada sejumlah strategi yang akan dilakukan Doni demi mewujudkan visi dan misinya tersebut. Salah satunya mengenai elektronifikasi atau keuangan digital.

"Mengoptimalkan kebijakan sistem pembayaran Indonesia, dengan membentuk ekosistem digital yang sehat, percepatan pertumbuhan ekonomi dan menjamin pelaksanaan tugas dan kewenangan BI," kata Doni di Komisi XI DPR RI, Rabu (8/7/2020).

Dia menyampaikan salah satu cara untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi adalah fokus memanfaatkan digitalisasi. Misalnya melalui elektronifikasi bantuan sosial, transaksi pemda, hingga sektor transportasi.

"Digitalisasi mendorong elektronifikasi bansos ini sangat efektif, apalagi dalam kondisi COVID-19 ini adalah untuk mendorong ekonomi, mendorong supaya bansos betul-betul diterima dan menggerakkan ekonomi," kata dia.

Kemudian elektronifikasi pemerintah daerah juga dinilai meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Doni menuturkan, pihaknya akan mendorong digitalisasi di sejumlah daerah.

"Elektronifikasi pemda ini dapat meningkatkan PAD melalui governance dan melalui elektronifikasi, PAD bisa meningkat, transportasi juga bisa melakukan elektronifikasi di daerah-daerah. QRIS akan terus kami dorong sebagai sarana pembayaran yang terstandardisasi," jelas dia.



Simak Video "Penyederhanaan Nilai Rupiah alias Redenominasi Nongol Lagi"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/ara)