4 Negara Ini Pernah Lakukan Redenominasi, Apa Hasilnya?

Vadhia Lidyana - detikFinance
Minggu, 12 Jul 2020 11:19 WIB
Redenominasi
Foto: Zaki Alfarabi
Jakarta -

Pemerintah menggulirkan rencana redenominasi alias penyederhanaan mata uang, dengan memangkas 3 angka nol. Misalnya, Rp 100.000 menjadi Rp 100 atau Rp 50.000 menjadi Rp 50, dengan nilai yang tetap sama.

Kebijakan ini pernah dijalankan sejumlah negara. Dirangkum detikcom, beberapa negara yang pernah melakukan redenominasi, yaitu Turki, Brasil, Rusia, dan Korea Utara

Ada yang sukses melakukan redenominasi, ada pula yang gagal. Berikut ini informasinya:

(1) Turki.

Turki mulai menerapkan redenominasi pada tahun 2005. Mata uang Lira (TL) dikonversi menjadi Lira baru dengan kode YTL. Kala itu, konversi mata uang lama ke baru dilakukan dengan menghilangkan 6 angka nol. Kurs konversi adalah 1 YTL untuk 1.000.000 TL.

Penerapan redemoninasi di Turki dilakukan dengan sangat hati-hati. Prosesnya pun berlangsung selama 7 tahun. Dalam prosesnya, pemerintah Turki sangat memperhatikan stabilitas perekonomian dalam negeri.

Pada tahap awal, mata uang TL dan YTL beredar secara simultan selama setahun. Kemudian mata uang lama ditarik secara bertahap digantikan dengan YTL. Pada tahap selanjutnya, sebutan 'Yeni' pada uang baru dihilangkan sehingga mata uang YTL kembali menjadi TL dengan nilai redenominasi. Selama tahap redenominasi, keadaan perekonomian tetap terjaga. Inflasi Turki pada tahun 2005 sampai dengan tahun 2009 juga tetap stabil di kisaran 8-9%.


(2) Rusia

Redenominasi yang seharusnya dilakukan dalam kondisi perekonomian yang stabil, justru diterapkan negara-negara tersebut pada saat kondisi perekonomian tidak stabil dan memiliki tingkat inflasi yang tinggi. Salah satu contohnya yakni Rusia. Di sana, redenominasi bahkan dianggap sebagai instrumen tak langsung pemerintah merampok kekayaan rakyat.

klik halaman berikutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Penyederhanaan Nilai Rupiah alias Redenominasi Nongol Lagi"
[Gambas:Video 20detik]