3 Fakta di Balik Rencana Prabowo Borong 500 Unit Maung Pindad

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 14 Jul 2020 18:00 WIB
Prabowo Subianto jajal rantis Maung
Menhan Prabowo jajal kendaraan taktis Maung/Foto: dok. Twitter Prabowo Subianto
Jakarta -

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto beberapa waktu lalu mengunggah foto sedang menjajal kendaraan taktis (rantis) milik PT Pindad (Persero) yang bernama Maung. Belakangan diketahui Prabowo ternyata memborong rantis tersebut sebanyak 500 unit.

Pembelian itu berawal dari sindiran Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait anggaran belanja pemerintahan yang digunakan untuk belanja produk dari luar negeri. Dia mengingatkan agar belanja pemerintahan saat ini harus diprioritaskan untuk dibelanjakan di dalam negeri. Tujuannya untuk mendorong roda perekonomian.

Berikut fakta-fakta terkait keputusan Prabowo borong 500 unit rantis Maung dari Pindad:

1. Disinggung Presiden Jokowi rem belanja luar negeri

Presiden Joko Widodo sempat mengingatkan para menterinya untuk mengerem belanja luar negeri dan sentilan khusus diberikannya ke Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto. Enam hari setelahnya, Prabowo memposting foto dengan menjajal alutsista.

Pada 7 Juli 2020, Jokowi mengumpulkan sejumlah menteri dalam rapat terbatas. Jokowi meminta jajarannya bekerja berdasarkan konteks krisis dan tidak seperti dalam keadaan normal biasa. Selain itu, pembelanjaan pemerintah harus mengutamakan produk-produk yang ada di dalam negeri.

"Saya minta semuanya dipercepat, terutama yang anggarannya besar-besar. Ini Kemendikbud ada Rp 70,7 triliun, Kemensos Rp 104,4 triliun, Kemenhan Rp 117,9 triliun, Polri Rp 92,6 triliun, Kementerian Perhubungan Rp 32,7 triliun," kata Jokowi dilansir dari laman Presiden RI, Rabu (8/7/2020).

Dari banyak menteri yang hadir, Jokowi memberi penekanan khusus untuk Prabowo. "Misalnya di Kemenhan, bisa saja di DI (Dirgantara Indonesia), beli di Pindad, beli di PAL. Yang bayar di sini ya yang, cash, cash, cash. APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara), beli produk dalam negeri. Saya kira Pak Menhan juga lebih tahu mengenai ini," tuturnya.

2. Borong 500 Unit Maung Pindad

Direktur Utama Pindad Abraham Mose mengatakan, Prabowo berkomitmen untuk membeli 500 unit Maung.

"Iya beli dan sudah komitmen 500 unit," kata kepada detikcom melalui pesan singkat, Senin (13/7/2020).

Abraham menjelaskan, komitmen pembelian 500 unit Maung itu hanya merupakan tahap pertama. Artinya ada kemungkinan Prabowo akan membeli lebih banyak lagi.

Abraham juga mengungkapkan, ini bukan kali pertama Prabowo belanja alutsista dari Pindad. Sebelumnya dia juga pernah memberil 4 miliar amunisi kaliber kecil dari Pindad.

"Sebelumnya beliau sudah order ke Pindad juga 4 miliar amunisi kaliber kecil. Luar biasa Pak Menteri kita," tambahnya.

Menurut Abraham, untuk Maung sendiri harganya sekitar Rp 600 jutaan per unit. Jika dikalikan dengan jumlah unit yang dibeli pada tahap 1 maka total anggaran yang dikeluarkan Kemenhan sekitar Rp 300 miliar.

3. Jamin Lebih Murah dari Produk Impor

Menurut Abraham produk rantis Maung jika dibandingkan dengan alutsista sejenis dari luar negeri jauh lebih murah.

"Dari luar sudah jelas hampir mendekati Rp 1 miliaran," tambahnya.

Sebagai informasi, rantis Maung dibekali mesin turbo diesel 4 silinder, 2.400 cc, 6 speed, dengan sistem penggerak four wheel drive (4WD). Mobil perang ini juga dilengkapi spek militer, dengan bracket senjata kaliber 7,62 dan konsol senapan serbu SS2-V4.

Ada juga towing 4 buah, termasuk winch (alat penderek) dengan kemampuan menarik beban hingga 4,5 ton. Pun dilengkapi jerigen BBM kapasitas 2 x 20 liter, dengan lampu blackout, dan sistem GPS.



Simak Video "Prabowo Mau Beli Jet Tempur Bekas Austria, ICW: Pemborosan!"
[Gambas:Video 20detik]
(das/hns)