Wira-wiri di Jakarta Pakai 1 Kartu, Telkom Tawarkan LinkAja

Soraya Novika - detikFinance
Rabu, 15 Jul 2020 19:45 WIB
Penumpang Mass Rapid Transit  (MRT) Jakarta terlihat memakai masker, Senin (17/2). Hal ini untuk mencegah virus corona.
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Layanan transportasi di Jakarta bakal semakin terpadu dengan diintegrasikannya sistem pembayaran antar moda transportasi hari ini. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sore tadi menyelenggarakan acara penandatanganan perjanjian pemegang saham sistem integrasi pembayaran antarmoda transportasi di Jakarta.

Nantinya warga di Jakarta bisa berpindah-pindah antarmoda transportasi umum sampai ke ojek online (ojol) atau taksi online cukup membayar dengan satu device berbentuk kartu ataupun telepon genggam saja.

Adapun penandatanganan perjanjian pemegang saham tersebut ditandatangani oleh 4 BUMD Pemprov DKI Jakarta terdiri dari PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ), PT Transportasi Jakarta (TJ), PT MRT Jakarta (MRTJ) dan PT Jakarta Propertindo (Jakpro). Keempatnya akan bergabung bersama menjadi satu perusahaan patungan yang diberi nama PT JakLingko Indonesia.

"Pengintegrasian ini kemudian melahirkan sebuah institusi PT JakLingko Indonesia yang akan mengintegrasikan tarif dan tiket," ujar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam Konferensi Pers secara virtual, Rabu (15/7/2020).

Dalam acara tersebut turut hadir perwakilan dari BUMN dan Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi. Keduanya turut mendukung sistem integrasi pembayaran transportasi tersebut. Sebab, rencana tersebut merupakan arahan dari Presiden RI Joko Widodo yang disampaikan pada Rapat Terbatas Januari 2019 silam.

"Sesuai dengan arahan presiden di ratas Januari 2019 lalu, kami bersama-sama telah bekerja untuk menyatukan integrasi multimoda transportasi di Jakarta, di mana kita ketahui bahwa saat ini minat masyarakat untuk masuk kepada transportasi publik masih belum mencapai harapan dan diharapkan dengan integrasi ini, termasuk integrasi dari multimoda dan juga integrasi dari pembayarannya, bisa mendorong masyarakat untuk semakin menikmati transportasi publik dengan nyaman dan aman," tutur Wakil Menteri BUMN II Kartiko Wirjoatmodjo.

Selanjutnya, Kartiko berharap, Pemprov DKI bisa mengikutsertakan juga Telkom dan LinkAja dalam proyek perusahaan patungan tersebut untuk kemudian bisa bersama-sama mengembangkan sistem ini secara nasional.

"Akan ada partner dalam PT JakLingko ini, promosi sedikit bahwa diharapkan Telkom bisa ikut berpartisipasi, kita juga ada LinkAja, bahwa harapannya Telkom dan LinkAja bisa terlibat juga sistem multimoda transportasi terintegrasi ini," sambungnya.

Diharapkan, ke depan integrasi sistem pembayaran antarmoda transportasi ini bisa diterapkan di seluruh wilayah Indonesia. Bila sukses terlaksana, maka menurut Kartiko, Indonesia akan menjadi pencetus dari sistem tersebut.

"Tentunya ini kolaborasi dari berbagai pihak dari teknologi dan transportasi, diharapkan bisa jadi inovasi teknologi, bukan hanya transportasi, mungkin bisa juga terhandal di dunia, karena di dunia belum ada, mungkin ini bisa jadi yang pertama di dunia, karena di dunia belum ada ojol, saya rasa ini model yang bagus sekali," pungkasnya.



Simak Video "Digitalisasi di Jogja, Belanja Cashless di Pasar Pakai LinkAja"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)