Terungkap! Ini Kondisi Jiwasraya Terkini

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 23 Jul 2020 08:00 WIB
Kantor Pusat Jiwasraya
Foto: Rengga Sancaya/detikcom

Direktur Utama Hexana Tri Sasongko pernah menjelaskan, restrukturisasi ialah memberikan pengembalian (return) yang wajar. Langka itu ditempuh agar perusahaan berjalan dengan normal.

"Restrukturisasi ini hanya mengembalikan pada return yang wajar. Mungkin nasabah bagi yang masih mengiur jangka panjang harus disesuaikan. Tapi kami mengakui pengembangan yang sudah dijanjikan sampai dengan saat restrukturisasi nanti, hanya ke depannya pasca restrukturisasi supaya perusahaan ini berjalan dengan normal," katanya kepada detikcom di kantornya, Kamis (9/7/2020).

Dia mengatakan, dengan kondisi sekarang di mana utang tidak bisa ditutup oleh investasi pasti perusahaan akan rugi.

"Kalau punya liabilities yang ongkosnya tidak bisa ditutup investasi aset pasti perusahaan itu merugi. Makanya saya bilang sama teman-teman, tim ini juga berat restrukturisasi (Jiwasraya) tapi kita bikin pengertian, hubungan bisnis itu harus sehat," jelasnya.

Dia mencontohkan, jika penerimaan hanya 7% gross sementara biaya yang dikeluarkan sebesar 11% net maka bekerja sekeras apapun tidak bisa menutup selisih itu. Sebab itu, pengembalian mesti dikembali pada nilai yang wajar.

"Kenapa? Income 7% gross, costnya 11% net, pasti habis. Sampai saya bilang karyawan, ini ritel bekerja sampai keringatnya kering, untungnya habis untuk membayar itu. Jadi sebenarnya bukan dirugikan, tapi dikembalikan ke kurva, dikembalikan ke kurva yang wajar sesuai market kira-kira gitu," ujarnya.

"Tapi kita hormati, yang sudah tinggi, nanti dikembangkan dengan bunga yang baru, kemarin Pak Tiko ngomong akan turun, ya akan turun, in general seperti itu," imbuhnya.

Halaman


Simak Video "Mantan Dirut Jiwasraya Dituntut 20 Tahun Penjara"
[Gambas:Video 20detik]

(acd/fdl)