Sri Mulyani Minta Perbankan Syariah Waspada!

Danang Sugianto - detikFinance
Kamis, 23 Jul 2020 15:09 WIB
Direktur Pelaksana Bank Dunia Sri Mulyani menemui Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa di Gedung Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Kamis (12/7/2012).
File/detikFoto.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengingatkan industri perbankan syariah juga ikut berhati-hati dalam menghadapi kondisi saat ini. Sebab risiko yang ditimbulkan pandemi Corona semakin meningkat.

Sri Mulyani menjelaskan, memang di 2019 industri perbankan syariah menunjukkan pertumbuhan double digit dengan market share di sektor pembiayaan naik menjadi 5%.

"Menurut data OJK mayoritas pembiayaan bank syariah disalurkan pada sektor yang bukan lapangan usaha, seperti pemilik rumah tinggal Rp 83,7 triliun, pemilik peralatan rumah tangga lainnya termasuk multiguna Rp 55,8 triliun," ujar Sri Mulyani dalam acara webinar bertajuk Strategi Pengelolaan Risiko Pembiayaan Syariah Pasca COVID-19, Kamis (23/7/2020).

"Akan tetapi penyaluran pembiayaan perbankan syariah juga cukup besar untuk sektor lapangan usaha juga, seperti perdagangan besar dan eceran mencapai Rp 37,3 triliun konstruksi Rp 32,5 triliun dan industri pengolahan sebesar Rp 27,8 triliun," tambahnya.

Meski dalam tren pertumbuhan positif, Sri Mulyani mengingatkan kondisi saat ini begitu luar biasa. Dia menyarankan agar pelaku industri perbankan syariah mulai merevisi target pertumbuhannya.

"Saat ini perbankan syariah harus mulai melakukan revisi target pertumbuhan, sama seperti perbankan yang lain. Selain itu karena ada peningkatan risiko di lembaga-lembaga keuangan syariah, akibat adanya pandemi dan kemerosotan kegiatan ekonomi, maka peningkatan risiko ini tidak hanya akan mempengaruhi kemampuan dari lembaga keuangan syariah untuk memberikan pembiayaan dan untuk mendorong pemulihan ekonomi," ujar Sri Mulyani.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Pemerintah Berniat Tambah Gaji Pekerja yang di Bawah Rp 5 Juta"
[Gambas:Video 20detik]