Sederet Alasan Induk Koperasi Tolak Asing Caplok Bukopin

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 24 Jul 2020 17:40 WIB
Pendemo geruduk kantor Sri Mulyani, tolak asing caplok Bukopin
Foto: Pendemo geruduk kantor Sri Mulyani, tolak asing caplok Bukopin/Herdi Alif Al Hikam/detikcom
Jakarta -

Induk-induk Koperasi menolak akuisisi saham mayoritas Bank Bukopin oleh bank Korea Selatan, Kookmin Bank. Mereka meminta pemerintah lebih banyak memprioritaskan pembeli saham lokal.

"Induk-induk Koperasi merasa bahwa seharusnya bank Bukopin saham mayoritasnya jangan pihak Kookmin Korea tapi prioritaskan pemerintah bersama Induk Koperasi membeli saham mayoritasnya," kata ketua umum Induk Koperasi Pedagang Pasar (Inkoppas), Ferry Juliantono kepada detikcom, Jumat (24/7/2020).

Dia mengaku khawatir apabila bank Bukopin dipegang Kookmin yang merupakan bank asing asal Korea Selatan, Bukopin tidak lagi pro ke koperasi dan UMKM. Padahal menurutnya, Presiden Joko Widodo menyatakan mau selamatkan koperasi.

"Iya pasti khawatir kalau asing tidak lagi pro ke koperasi dan UMKM. Sekarang semua perbankan sudah asing di luar yang BUMN. Kan Presiden bilang mau selamatkan Koperasi, ya ini tunjukin sikapnya," kata Ferry.

Ferry justru heran kenapa pemerintah diam saja sahamnya di Bukopin berkurang. Harusnya pemerintah siap membeli saham Bukopin kalau memang bermasalah, bukan malah menjualnya ke pihak asing.

"Masa pemerintah diam sahamnya di Bukopin menjadi berkurang? Kalau pemerintah dan Induk Koperasi bisa beli saham Bukopin, kenapa harus jual saham ke asing," ujar Ferry



Simak Video "Bisnis Rumahan Saat PSBB"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)