BNI Perkuat Pembiayaan USD di New York

Yudistira Imandiar - detikFinance
Senin, 03 Agu 2020 08:28 WIB
BNI
Foto: dok BNI
Jakarta -

Sejak 2018, BNI Kantor Cabang Luar Negeri (KCLN) New York telah terdaftar menjadi member Fedwire, fasilitas kliring lokal pada bank sentral Amerika Serikat. Kantor perwakilan BNI yang berdiri sejak 1978 itu memegang peran penting sebagai sumber pendanaan dalam mata uang dolar Amerika Serikat dan sebagai investor relation, mewakili BNI pusat di pasar global.

Pemimpin BNI Cabang New York Aidil Azhar menuturkan, sebagai anggota Fedwire, BNI New York dapat memproses transaksi payment secara langsung tanpa perlu ke bank koresponden. Transaksi Payment tersebut berupa commercial payment, baik dalam bentuk remittance, trade finance, maupun bank to bank payment terkait dengan pelayanan tresuri.


BNI KCLN New York, lanjut Aidil, dapat membantu bank asal Indonesia dalam melakukan transaksi transfer. Ketika bank mengirimkan uang dalam mata uang USD ke salah satu bank di AS atau di luar AS, maka uang akan disalurkan melalui BNI New York.

"BNI New York ini salah satu bank Indonesia pertama yang menjadi member Fedwire. Jadi dengan menjadi member ini, BNI New York dapat menawarkan pelayanan transaksi bank koresponden ke bank-bank komersial yang ada di Indonesia. Bank-bank buku dua maupun buku tiga di Indonesia yang sudah berstatus devisa dapat kami layani untuk transaksi US dollar-nya. Biasanya mereka membuka rekening di BNI New York dalam bentuk US dollar," ujar Aidil dalam keterangan tertulis, Senin (3/8/2020).

"Misalnya nasabah mereka ingin kirim ke Bank of America, atau Bank of New York, maka kami akan menerima transaksi dari bank tersebut, misalnya dari BPD (bank pembangunan daerah). Kemudian akan kami salurkan, atau kami kliringkan, dan bank penerima akan menerima pada hari yang sama, bahkan pada menit yang sama. Nah, itu tidak hanya pada transaksi remittance tetapi juga transaksi terkait trade maupun tresuri," papar Aidil.

BNI KCLN New York juga membantu sebagai advisor di bidang perbankan internasional. Misalnya, memberikan advisory jika ada pertanyaan atau apapun yang terkait dengan transaksi internasional atau berhubungan dengan transaksi pada mata uang dolar.

"Kami biasanya memberikan advice juga. Misalnya ada bank di Indonesia yang baru mau bertransaksi dengan mata uang asing, biasanya kami dapat melakukan pendampingan dan membantu mereka sehingga siap menjadi bank devisa, dan bahkan jika diperlukan dapat mengeluarkan semacam surat referensi yang biasanya dibutuhkan oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) sebagai salah satu persyaratan bank devisa," terang Aidil.

Aidil mengatakan, BNI KCLN New York sebagai perwakilan BNI di luar negeri juga mempunyai misi menjadi sumber pendanaan (funding) US dollar dengan harga yang kompetitif. BNI KCLN New York diharapkan bisa mendatangkan pendanaan untuk bisa mendukung bisnis lokal di AS maupun yang berhubungan dengan Indonesia.

Seperti halnya kantor cabang BNI cabang luar negeri yang lain, lanjut Aidil, misi BNI KCLN New York sebagai office networks yang dimandatkan divisi internasional, yaitu menjadi jembatan Indonesia dan dunia. BNI KCLN New York fokus pada segala bisnis yang terkait dengan Indonesia.

"Kami di New York ini diharapkan bisa memberikan bantuan kepada pebisnis lokal yang akan melakukan transaksi dengan indonesia, maupun pebisnis Indonesia yang ingin go internasional atau memasarkan produknya di pasar internasional" sambung Aidil.

Di samping itu, BNI KCLN New York merupakan training ground untuk pegawai-pegawai profesional BNI.

"Jadi jika ada kepentingan terkait investasi di Indonesia kita bekerjasama dengan instansi terkait, disini juga ada perwakilan BKPM, nah kami juga berfungsi sebagai investor relation untuk menarik investor ataupun jadi corong BNI di pasar dunia," timpal Aidil.

Certificate of Deposit

Terkait dengan fungsinya sebagai sumber pendanaan berdenominasi USD, BNI KCLN New York menciptakan inisiatif baru di tahun 2020, yakni meluncurkan program certificate of deposit (CD) atau deposito berjangka. Dijelaskan Aidil, BNI KCLN New York dapat menerbitkan CD dengan nilai maksimal US$1 miliar dan berlaku selama dua tahun.

"Sampai dengan Juli 2020 ini, BNI KCLN New York sudah menerbitkan CD sebanyak 400 juta USD," singkap Aidil.

Ia menerangkan, CD ini diterbitkan berdasarkan kebutuhan. "Tenornya bisa 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 9 bulan, sampai dengan satu tahun," tutup Aidil.

(ega/ega)