Didukung Edukasi
Reksa Dana Bisa Tumbuh Lagi 20%
Kamis, 05 Jan 2006 13:16 WIB
Jakarta - Industri reksa dana tahun ini diperkirakan tumbuh hingga 20 persen. Target ini bisa tercapai bila didukung oleh edukasi terhadap investor dan pembenahan terhadap industri reksa dana."Prioritas pembenahan reksa dana adalah dengan melakukan edukasi terhadap calon investor, karena image industri reksadana sudah terlalu buruk," kata Presiden Direktur PT Fortis Investment Eko Pratomo, di Gedung WTC, Jakarta, Kamis (5/1/2006).Menurut Eko, edukasi investor juga perlu didukung pembenahan dari manajer investasi (MI), distributor maupun regulasi industri. Pembenahan dari segi MI dan distributor mencakup pembentukan pedoman perilaku, fit and proper test dan penerapan manajemen resiko."Dari sisi regulasi dan industri dengan pembentukan market maker dan penciptaan price discovery yang transparan," jelas Eko.Eko menilai, pertumbuhan 20 persen ini cukup optimis meskipun jauh lebih rendah dibandingkan pertumbuhan tahun-tahun sebelum redemption besar-besaran.Hingga tahun 2004, dana kelolaan industri reksa dana tumbuh sekitar 39 persen per tahun. Namun, tahun 2005 dana kelolaan reksa dana anjlok dari Rp 110 triliun menjadi Rp 30 triliun.Anjloknya industri ini diakibatkan minimnya edukasi terhadap investor dan distributor serta mekanisme price discovery yang tidak transparan."Investor perlu diedukasi untuk berpikir investasi adalah dalam jangka panjang sehingga tidak mudah terpengaruh. Selain itu, investor lokal ritel cenderung berinvestasi tanpa meminimalisir resiko dengan divesifikasi investasi," papar Eko.Berdasarkan data dari Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam), per Desember 2004 dana kelolaan industri reksadana didominasi oleh pendapatan tetap sebesar 84,21 persen. Tahun 2005, porsi pendapatan tetap masih mendominasi walaupun tinggal 45,7 persen.
(qom/)











































