Tender Offer Rampung, UOB Kuasai 61,1% Saham Bank Buana
Kamis, 05 Jan 2006 13:52 WIB
Jakarta - United Overseas Bank (UOB) Singapore melalui UOB International Investment Private Limited (UOBII) saat ini menguasai 61,1 persen saham PT Bank Buana Indonesia Tbk usai rampungnya pelaksanaan tender offer.Dalam tender offer itu, UOBII memborong 466.805.113 saham atau sekitar 8,1 persen dari total saham Bank Buana senilai Rp 445,332 miliar. Sementara total saham yang ditenderkan sebanyak 2,652 miliar lembar saham."Saat ini UOBII memiliki 3.522.917.153 lembar saham atau sekitar 61,1 persen saham di PT Bank Buana Indonesia Tbk," kata perwakilan untuk UOBII Francis Lee Chin Yong dalam penjelasannya ke Bursa Efek Surabaya (BES), Kamis (5/1/2006).Tender offer saham Bank Buana dilakukan pada 21 November sampai 19 Desember 2005. Sedangkan, transaksi crossing atas saham yang dibeli dalam penawaran tender ini, telah dilakukan di Bursa Efek Jakarta (BEJ) pada 27 Desember 2005 melalui perusahaan efek yang ditunjuk yakni PT Merril Lynch Indonesia.Sementara itu, Direktur Utama Sari Dasa Karsa Bambang Sutedjo mangatakan, dalam kurun waktu 12-16 Desember 2005, Sari Dasa Karsa melakukan pembelian saham Bank Buana di pasar sebanyak 1.840.895 lembar atau sekitar 24,06 persen pada harga Rp954. Selanjutnya, pada 21 Desember 2005 Sari Dasa juga membeli 153.266.199 lembar atau 2,66 persen dari International Finance Corporation (IFC).Dengan demikian, per akhir Desember 2005 UOB menguasai 61,1 persen dan Sari Dasa Karsa memiliki 26,75 persen. Sedangkan, IFC yang sebelumnya memiliki 5,32 persen saham Bank Buana saat ini sudah tidak memiliki saham di Bank Buana.Peringkat NaikAkibat peningkatan saham UOB Singapore, Perusahaan Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menaikkan rating/i> performa Bank Buana dari A- (single A minussingle A).Sedangkan peringkat obligasi subordinasi I Bank Buana Indonesia tahun 2004 juga naik dari BBB+ (triple B plus) menjadi A- (single A minusrating tersebut mencerminkan dampak positif atas investasi UOB menjadi pemegang saham mayoritas Bank Buana sebesar 61,1 persen," kata analis Pefindo dalam penjelasannya ke BEJ, Kamis (5/1/2005).Pefindo menilai, keterlibatan UOB sebagai bank kedua terbesar di Singapura akan menciptakan sinergi yang kuat dengan Bank Buana. Hal ini karena kedua bank tersebut memiliki fokus usaha yang sama yaitu konsumer dan usaha kecil dan menengah. Kualitas aset bank dikatakan juga ikut mendukung peningkatan peringkat Bank Buana.Per 30 Spetember 2005, Bank Buana membukukan laba bersih sebesar Rp 392,2 miliar. Sementara NPL dan CAR masing-masing sebesar 1,84 persen dan 19,8 persen. Sedangkan Grup UOB per 30 September 2005, telah meraup laba bersih US$ 463 juta.
(ir/)











































