Dolar AS Tertekan Bikin Nilai Bitcoin Tembus Rp 160 Juta

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 13 Agu 2020 14:06 WIB
Ribuan Warga Australia Adukan Kasus Penipuan Bitcoin
Foto: Australia Plus ABC
Jakarta -

Harga uang elektronik Bitcoin melonjak lebih dari US$ 11.500 setara Rp 160 juta (kurs Rp 14.680), naik 180% dari harga pada Maret lalu US$ 4.000 (Rp 59 juta) dan menjadi level tertinggi di tahun ini. Secara keseluruhan Bitcoin mengalami lonjakan 60% selama 2020.

Dikutip dari CNN, Kamis (13/8/2020) para ahli mengatakan lonjakan ini disebabkan oleh lemahnya dolar Amerika Serikat (AS) di beberapa bulan terakhir. Mungkin keadaan ini menandakan Bitcoin pilihan yang baik saat ini. Namun, perlu diingat nilai mata uang virtual sangat tidak stabil.

Namun, perubahan intens Bitcoin membuat takut beberapa investor. Kepala Strategi Produk TradeStation Crypto, James Putra mengakui bahwa kekhawatiran investor dan konsumen kini tertuju pada peretasan dan keamanan Bitcoin.

Seperti beberapa waktu lalu terjadi peretasan akun Twitter pembisnis dunia pada akun Elon Musk, Gates, Joe Biden, Kim Kardashian West, dan akun terverifikasi lainnya. Peretasan itu berisi tipuan cryptocurrency (mata uang kripto) Bitcoin, dengan cara mengunggah tweet yang meminta donasi ke sebuah akun Bitcoin.

Oleh sebab itulah mengapa beberapa ahli tidak yakin bahwa harga bitcoin akan terus naik kembali ke rekor tertinggi seperti pada akhir 2017 dengan harga US$ 20.000 (Rp 296 juta).

Lonjakan Bitcoin juga mempengaruhi kenaikan emas baru-baru ini, harganya mencapai level tertinggi sepanjang masa yakni US$ 2.000 per ounce. Hal itu mendorong investor mengalihkan investasinya dari saham, obligasi dan dolar.

Menurut CEO ETF GraniteShares perusahaan penyedia dana tukar dagang, Will Rhind sejak dolar melemah emas menjadi pilihan terakhir investor untuk berinvestasi setelah Bitcoin.



Simak Video "Merangkak Naik, Dolar AS ke Level Rp 14.850"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)