3 Proyek Infrakstruktur yang Mejeng di Uang Rp 75.000 HUT RI

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 17 Agu 2020 20:30 WIB
Uang Khusus HUT RI ke-75
Foto: Dok. Bank Indonesia
Jakarta -

Bank Indonesia (BI) baru saja menerbitkan uang peringatan kemerdekaan 75 tahun Republik Indonesia (RI) dengan nominal Rp 75 ribu. Uang tersebut memiliki sejumlah filosofi dan makna yang tercermin dari gambar uang.

Termasuk, capaian pembangunan selama 75 tahun Indonesia.

"Berbagai pencapaian pembangunan selama 75 tahun kemerdekaan Indonesia digambarkan Jembatan Youtefa, MRT dan Tol Trans Java," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam peluncuran yang disiarkan lewat Youtube, Senin (17/8/2020).

Uang Khusus HUT RI ke-75Uang Khusus HUT RI ke-75 Foto: Dok. Bank Indonesia

Sedikitnya ada tiga proyek infrastruktur besar yang terpampang di uang peringatan kemerdekaan RI ke-75. Berikut profil ketiga proyek infrastruktur tersebut:

1. Jembatan Youtefa

Jembatan Youtefa di Papua sebelumnya lebih populer dengan nama Jembatan Holtekamp. Jembatan yang menghubungkan Holtekamp dan Hamadi ini diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 20 Oktober 2019 bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda.

Pembangunan jembatan dimulai pada 9 Mei 2015. Pembangunan jembatan sepanjang 1.328 meter ini dilakukan di dua lokasi yakni Surabaya dan Papua.

Pembangunan dua pelengkung baja dilakukan Surabaya kemudian dikirim ke Papua. Di mana, satu pelengkung baja memiliki berat sampai 2.000 ton.

Biaya pembangunan jembatan ini sekitar Rp 1,5 triliun yang berasal dari APBN dan APBD. Adanya Jembatan Youtefa memangkas waktu perjalanan dari Jayapura ke perbatasan di wilayah Skouw dari 3,5 jam jadi setengah jam.

jembatan youtefaJembatan Youtefa Foto: Hutama Karya

2. MRT Jakarta

Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta fase I menghubungkan Lebak Bulu-Bundaran HI juga diresmikan Presiden Jokowi. Moda transportasi canggih ini diresmikan pada 24 Maret 2019.

Proyek ini sebetulnya telah digagas sejak lama yakni tahun 1985 tapi tak kunjung jalan. Proyek mandek salah satunya disebabkan krisis ekonomi.

Pada 26 April 2012, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo atau Foke meresmikan pencanangan persiapan pembangunan MRT. Di tahun 2013, Jokowi yang saat itu gubernur DKI mengeksekusi proyek ini yang ditandai dengan peletakan batu pertama atau groundbreaking.

Jadwal operasional MRT dipersingkat untuk mencegah penyebaran virus corona. Pagi ini, terjadi antrian panjang di Stasiun MRT Fatmawati, Jakarta, Senin (16/3).Jadwal operasional MRT dipersingkat untuk mencegah penyebaran virus corona. Pagi ini, terjadi antrian panjang di Stasiun MRT Fatmawati, Jakarta, Senin (16/3). Foto: Grandyos Zafna

3. Tol Trans Jawa

Tol Trans Jawa telah tersambung dari Jakarta hingga Surabaya di akhir 2018 lalu. Proyek ini sebenarnya telah digagas sejak lama.

Dalam catatan detikcom, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pernah menyampaikan dari tahun 1978 hingga 2004 ada 242 km jalan Tol Trans Jawa yang telah dibuka. Lalu, dari 2005 hingga 2014 ada 75 km tol Trans Jawa yang rampung.

"Penyelesaian pembangunan ini melengkapi ruas-ruas jalan tol yang telah dioperasikan pada masa sebelumnya," kata Basuki dalam pidatonya di peresmian 4 ruas tol Trans Jawa di Jombang, Jawa Timur, Kamis (20/12/2018).

Selanjutnya sepanjang 2015 hingga 2018, tol-tol pelengkap Trans Jawa mulai diselesaikan. Mulai dari Cikopo-Palimanan, Pejagan-Pemalang, Pemalang-Batang, Batang-Semarang, Semarang-Solo, Solo-Ngawi, Ngawi-Kertosono, Kertosono-Mojokerto, Surabaya-Mojokerto dan Gempol-Pasuruan. Pembangunan tol pun saat ini dilanjutkan hingga Banyuwangi.

Kehadiran jalan Tol Trans Jawa yang menghubungkan Jakarta hingga ke Surabaya menjadi pilihan masyarakat yang hendak mudik Lebaran tahun ini.Kehadiran jalan Tol Trans Jawa yang menghubungkan Jakarta hingga ke Surabaya menjadi pilihan masyarakat yang hendak mudik Lebaran tahun ini. Foto: Dok


Simak Video "Sosok Sudirno, Perancang Uang Rupiah yang Hidup Sederhana"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/eds)