BI: Rupiah Menguat oleh Capital Inflow Jangka Pendek

BI: Rupiah Menguat oleh Capital Inflow Jangka Pendek

- detikFinance
Jumat, 06 Jan 2006 16:37 WIB
Jakarta - Nilai tukar rupiah pada pekan pertama tahun 2006 ini menguat cukup tajam. Gubernur Bank Indonesia (BI) Burhanuddin Abdullah menengarai, penguatan rupiah itu didorong oleh masuknya capital inflow jangka pendek. "Kekuatan-kekuatan pasar sekarang memang mendorong penguatan rupiah. Sentimennya sangat positif. Ada inflow yang cukup banyak, kita harap inflow tersebut dalam jangka panjang. Tapi dalam catatan kami inflow sekarang masih jangka pendek di portofolio investasi. Tapi itu tanda awal recovery yang sangat baik," ujar Burhanuddin.Hal itu disampaikannya saat dicegat wartawan di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (6/1/2006).Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Jumat (6/1/2006) pukul 17.00 WIB bertengger di level 9.570 per dolar AS.Burhanuddin yakin, prospek perekonomian Indonesia cukup baik setelah melihat tekanan inflasi yang sudah mereda. "Kita sangat optimistik, semua hal bergerak pada arah yang benar," katanya.Rencananya, pada Senin 9 Januari 2006, BI akan menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang akan memutuskan soal BI rate. Sementara pada tanggal 13 Januari, BI akan menggelar bankers club dinner untuk mengumumkan sejumlah kebijakannya di bidang perbankan. "Ada beberapa ketentuan yang akan kita keluarkan untuk menyongsong pemberian ruang-ruang yang cukup baik bagi investasi dan pemulihan," ungkapnya.Beberapa aturan yang akan diperbaiki antara lain mengenai PBI No 7/2/2005 tentang kualitas aktiva produktif. "pelaksanaanya akan diperbaiki tapi secara prinsip tetap karena itu best practice dalam dunia perbankan. Pelaksanaannya akan disesuaikan dengan kondisi setempat," katanya.Namun Burhanuddin membantah bahwa perbaikan aturan itu berarti akan ada pelonggaran soal ketentuan tersebut. "Bukan dilonggarkan tapi pelaksanaannya akan lebih baik kemudian kita lihat kondisi internal perbankan kita. ujungnya untuk memberikan ruang bagi perbankan untuk lanjutkan kembali intermediasi," tandasnya. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads