Bikin Kaget DPR, Nasabah Kresna Life Ungkap Gagal Bayar Polis Rp 6,4 T

Vadhia Lidyana - detikFinance
Selasa, 25 Agu 2020 16:15 WIB
Korban Asuransi Gagal Bayar
Korban gagal bayar asuransi mengadu ke DPR/Foto: Vadhia Lidyana

Ia membeberkan, Kresna meminta para nasabah memberikan kuasa penuh pada perusahaan terkait penyelesaian pembayaran polis.

"Di dalam pertemuan itu kita sampaikan bahwa skema, jadi setelah penyelesaian Rp 50 juta, dia itu mengeluarkan tearing. Jadi Rp 100 juta diselesaikan selama 8 bulan. Yang Rp 200 juta diselesaikan 2 tahun. Singkatnya, yang Rp 1 miliar ke atas itu 5 tahun dengan grace period 6 bulan tanpa manfaat. Dan persentase yang berbeda," papar Retna.

Para korban pun menyayangkan aksi dikte yang dilakukan Kresna Life. Retna pun mempertanyakan pada OJK apakah skema penyelesaian kewajiban polis ini diperbolehkan dan sudah sesuai aturan.

"Kita pertanyakan skema itu ke OJK, OJK menjawab itu tidak disetujui. Tapi pada saat kita bertemu dengan manajemen Kresna, manajemen Kresna menjawab sudah menyampaikannya ke OJK. Tapi OJK tidak menyetujui, juga tidak menolak," ucap dia.

Perlu diketahui, kasus gagal bayar Kresna Life ini berawal dari pemberitahuan kepada nasabah per Mei 14 Mei bahwa pembayaran manfaat dihentikan secara sepihak akibat pandemi COVID-19.

"Untuk status pemegang polis dengan Kresna itu dimulai 14 Mei pada saat manfaat dihentikan secara sepihak oleh Kresna melalui surat yang dikirim ke email seluruh pemegang polis bahwa manfaat itu dihentikan karena COVID-19)," pungkas Retna.

Halaman


Simak Video "Bisakah Tuntut Asuransi Gegara Premi Diubah Sepihak?"
[Gambas:Video 20detik]

(hns/hns)