Pemerintah Terbitkan Surat Utang Syariah, Imbal Hasilnya 6,05%

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 28 Agu 2020 10:25 WIB
PT Federal International Finance (FIF) meluncurkan obligasi di Bursa Efek Indonesia, Rabu (26/9/2018). Surat utang senilai Rp1,3 triliun ini Obligasi Berkelanjutan III FIF.
Foto: fif
Jakarta -

Pemerintah hari ini menerbitkan instrumen surat berharga negara ritel syariah atau bernama sukuk ritel seri SR013. Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Luky Alfirman mengungkapkan pemerintah memberikan imbal hasil yang ditawarkan sebesar 6,05% per tahun.

Masa penawaran sukuk ritel seri SR013 dimulai hari ini, sejak pukul 09:00 WIB hingga berakhirnya periode penawaran pada Rabu, 23 September 2020 pukul 10:00 WIB.

"Imbal hasil cukup menarik 6,05% per tahun, kalau memang sedang butuh dana cair misalnya, itu sukuk ritel ini bisa diperdagangkan," kata Luky dalam acara peluncuran secara virtual, Jumat (28/8/2020).

Dia mengungkapkan instrumen berbasis syariah ini akan digunakan untuk mendukung pembiayaan APBN 2020. Salah satunya untuk pembiayaan dalam menghadapi pandemi COVID-19.

"Jadi Insyaallah dengan membeli sukuk ritel ini, masyarakat bisa berinvestasi sekaligus ikut membantu membangun negeri ini membangun negeri ini menghadapi pandemi COVID-19, karena hasilnya ini pun akan digunakan untuk pembiayaan APBN," kata dia.

Investor dapat membeli SR013 dengan minimal pembelian Rp 1 juta dan maksimal Rp 3 miliar. Instrumen itu memiliki imbal hasil tetap.

SR013 juga bisa diperjualbelikan antar investor domestik. Tenor sepanjang 3 tahun atau jatuh tempo pada 10 September 2023.

Saat ini, pemerintah menetapkan tiga midis baru, yakni PT Lunaria Annua Teknologi (Koinworks), PT Bank Mega Tbk, dan PT Bank BNI Syariah.

Dengan demikian, pemerintah saat ini telah bekerjasama dengan 31 mitra distribusi (midis) yang akan membantu dan melayani pemesanan pembelian sukuk ritel melalui sistem elektronik atau layanan online.



Simak Video "Sri Mulyani Ajak Milenial Aktif Investasi Surat Utang Negara"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/fdl)