Alumni Bank Mandiri di Jajaran Bos BUMN

Vadhia Lidyana - detikFinance
Rabu, 02 Sep 2020 16:43 WIB
Bank Mandiri meresmikan pengoperasian kantor cabang modern dengan konsep edukatif (Edu-Branch) di Menara Astra, Jakarta. Kantor ini mengadopsi teknologi digital.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Royke Tumilaar baru saja digeser ke PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI untuk mengisi jabatan Dirut. Keputusan itu baru ditetapkan dalam rapat pemegang saham umum luar biasa (RUPSLB) BNI yang digelar hari ini, Rabu (2/9/2020).

Dengan perpindahan itu, kini bertambah nama-nama alumni Bank Mandiri di sejumlah jajaran petinggi BUMN. Di Kementerian BUMN ada Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin (BGS) yang dulunya pernah menjabat sebagai Direktur of Micro and Retail Banking Bank Mandiri (2006-2013), dan Direktur Utama Bank Mandiri (2013-2016).

Begitu juga dengan Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo. Sama dengan Budi, Kartika atau yang akrab disapa dengan Tiko juga pernah menduduki kursi dirut Bank Mandiri, yaitu dari 2016 hingga 2019 sebelum akhirnya diangkat menjadi Wamen. Tiko juga pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri.

Jajaran Dirut BUMN saat ini juga banyak diisi oleh alumni Bank Mandiri. Salah satunya Dirut PT PLN (Persero) Zulkifli Zaini. Ia pernah menjabat sebagai Dirut Bank Mandiri untuk periode 2010-2013.

Dirut PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) Pahala N Mansury juga merupakan salah satu alumni Bank Mandiri. Pahala memulai karirnya di Bank Mandiri pada tahun 2003.

Di tahun 2010, Pahala dipercaya sebagai salah satu direktur Bank Mandiri. Jabatan itu dia dapat setelah menjabat sebagai EVP Coordinator Finance & Strategy and Chief Financial Officer.

Terakhir, jebolan Bank Mandiri yang kini menjabat sebagai bos BUMN adalah Dirut PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Didiek Hartantyo.

Didiek lama berkarier di Bank Mandiri. Ia pernah menjabat sebagai Senior Vice President (VP) pada 2009 sampai Februari 2011. Kemudian berlanjut menjadi Executive VP pada Februari 2011 sampai Januari 2016.

(ang/ang)